Milan, Italia – Sejarah kelam tercipta di Giuseppe Meazza saat raksasa Italia, Inter Milan, dipaksa bertekuk lutut untuk kedua kalinya oleh wakil Norwegia, Bodo/Glimt.
Kekalahan 1-2 di kandang sendiri pada Rabu (25/02/26) dinihari, resmi mengakhiri perjalanan skuat asuhan Cristian Chivu di babak playoff Champions League dengan agregat mencolok 2-5.
Meski mendominasi total permainan dengan melepaskan lebih dari 30 tembakan ke arah gawang Nikita Haikin, efektivitas menjadi pembeda besar.
Inter yang bernafsu membalikkan defisit gol justru terhukum serangan balik kilat, dan organisasi pertahanan gerendel tim tamu yang tampil tanpa celah.
Tembok Haikin & Petaka Sektor Belakang
Sejak peluit pertama dibunyikan, San Siro menjadi saksi bagaimana Inter mencoba menggempur pertahanan Bodo/Glimt.
Namun, keberuntungan tampaknya sedang menjauh dari publik Milan. Upaya demi upaya yang dibangun selalu kandas di tangan Haikin, atau melenceng tipis dari mistar gawang.
Memasuki babak kedua, petaka bagi tuan rumah dimulai. Kesalahan fatal Manuel Akanji dalam mengantisipasi bola di area pertahanan menjadi awal kehancuran.
- Blomberg berhasil melepaskan tembakan yang sempat ditepis Yann Sommer, namun bola muntah disambar dengan dingin oleh Jens Petter Hauge pada menit ke-58. Gol ini seketika membungkam riuh suporter Nerazzurri.
- Inter yang semakin panik mencoba merespons. Sialnya, sundulan Akanji yang nyaris menebus dosanya justru hanya membentur tiang gawang.
- Keasyikan menyerang, gawang Sommer kembali jebol di menit ke-72 melalui aksi Haakon Evjen yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Baca juga : Tumbal Mahal di Norwegia: Martinez Cedera, Inter Milan Terancam di Tangan Bodo!
Harapan Semu Menit Akhir

Alessandro Bastoni sempat menghidupkan asa lewat golnya di menit ke-76, mengubah skor menjadi 1-2. Namun dengan waktu normal tersisa 15 menit, terlalu sulit bagi Inter untuk mengejar defisit 3 gol (agregat 2-5). Bahkan 30 lebih percobaan tembakan Inter tak mampu mengubah skor, berbanding terbalik dengan efisiensi Bodo/Glimt yang mencetak dua gol dari peluang minim.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam sesi wawancara usai laga.
“Tim telah memberikan segalanya, namun kekurangan energi di momen-momen krusial menjadi penyebab kegagalan mereka membongkar pertahanan lawan yang menumpuk sepuluh pemain di belakang bola,” ujar Chivu dikutip dari Situs Resmi Inter Milan.
Kini, Inter tidak punya waktu lama untuk meratapi nasib. Fokus harus segera beralih ke kompetisi domestik untuk mengamankan posisi di klasemen, saat menjamu Genoa di San Siro. (*)
Hasil Lainnya Champions League :
- Bayer Leverkusen vs Olympiakos Piraeus: 0-0
Baca juga :





