Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang. Sepanjang Januari 2026, tercatat sebanyak 4,1 juta pelanggan telah menggunakan layanan moda raya terpadu ini.
Angka keterangkutan harian pun menunjukkan konsistensi yang kuat, terutama pada hari kerja (weekdays), yang menjadi bukti bahwa MRT kini telah menjadi “nadi” utama mobilitas kaum urban Jakarta.
Rata-rata pelanggan harian pada Januari 2026 mencapai 135.332 orang. Angka ini melonjak tajam saat hari kerja dengan rata rata 159.492 pelanggan per hari, dikutip dari Siaran Pers MRT Jakarta.
Sementara pada akhir pekan (weekend) tercatat sebanyak 91.406 pelanggan per hari. Capaian ini menjadi fondasi optimisme PT MRT Jakarta untuk mengejar target ambisius 50 juta pelanggan hingga akhir tahun nanti.
Magnet Stasiun Terintegrasi
Tingginya angka keterangkutan tidak lepas dari peran stasiun-stasiun strategis yang menjadi pusat integrasi antarmoda. Stasiun Dukuh Atas tetap tak tergoyahkan sebagai stasiun tersibuk.
Berdasarkan data dari MRT Jakarta, 5 stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi selama Januari 2026 yaitu:
- Stasiun Dukuh Atas : 753.380 pelanggan
- Stasiun Blok M : 514.064 pelanggan
- Stasiun Bundaran HI : 435.810 pelanggan
- Stasiun Lebak Bulus : 433.516 pelanggan
- Stasiun Bendungan Hilir: 308.421 pelanggan
Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas menuju Stasiun Blok M menjadi rute paling favorit dengan persentase 4,43 persen.
Hal ini mempertegas peran Dukuh Atas sebagai kawasan transit utama dari luar Jakarta menuju Blok M, yang kini bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat perkotaan yang dinamis.
Dari Kuliner Hingga ‘Feeder’
MRT Jakarta tidak bergerak sendiri dalam menaikkan angka keterangkutan. Perusahaan secara aktif menjalin kerja sama dengan sektor pariwisata, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga institusi pendidikan.

Salah satu faktor kunci keberhasilan adalah kehadiran layanan pengumpan (feeder), yang mengangkut warga dari kawasan hunian langsung ke stasiun.
Layanan feeder ini tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membentuk budaya baru dalam bertransportasi, yakni ride sharing.
Secara data, operator pengumpan menyumbang sekitar 22 hingga 23 persen dari total keterangkutan MRT Jakarta.
Target 50 Juta Jiwa
Target 50 juta pelanggan di tahun 2026 bukanlah angka yang mustahil. Jika menilik ke belakang, sepanjang tahun 2025, MRT Jakarta berhasil mencatatkan total 46.449.629 pelanggan dengan rata-rata 127.259 orang per hari.
Capaian ini melampaui target awal tahun 2025 yang dipatok pada angka 117 ribu pelanggan per hari. Menurut MRT Jakarta, Puncak performa terlihat pada Desember 2025, di mana keterangkutan harian menembus 141.872 orang.
Dengan tren kenaikan yang konsisten dari tahun ke tahun, PT MRT Jakarta (Perseroda) optimistis dapat mencapai target harian 137 ribu pelanggan pada akhir 2026.
MRT Jakarta telah berhasil mengubah persepsi warga mengenai transportasi publik. Ia bukan lagi sekadar alat angkut dari titik A ke titik B, melainkan sebuah ekosistem gaya hidup yang efisien, modern, dan andal.
Dukungan jam operasional yang dimulai lebih awal (pukul 05.00 WIB) pada akhir pekan menunjukkan komitmen perusahaan, untuk selalu hadir dalam setiap denyut aktivitas masyarakat. (*)
Baca juga :





