911 WNI Serbu KBRI Kamboja Usai Kabur

Sindikat Online Scam Bubar Massal di Kamboja

Phnom Penh, Kamboja – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) memadati Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh sejak Jumat Hingga Senin (16-19/1/2026) ,tercatat sebanyak 911 WNI melapor diri setelah berhasil keluar dari jeratan sindikat penipuan daring (online scam) di berbagai wilayah Kamboja.

Lonjakan drastis ini merupakan dampak langsung dari instruksi Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet. Ia memerintahkan operasi besar-besaran untuk memberantas sarang judi dan penipuan daring di seluruh negeri.

Kondisi ini membuat para pimpinan sindikat (mastermind) tertangkap dan banyak jaringan yang membubarkan diri. Akibatnya, ribuan pekerja, termasuk ratusan WNI, dibiarkan keluar begitu saja oleh pihak perusahaan.

Evakuasi Mandiri WNI

Berdasarkan data kemenlu RI dan asesmen awal pihak kedutaan, ada poin-poin penting terkait kondisi para WNI tersebut:

  • Kondisi Fisik: Secara umum, para WNI dalam keadaan sehat meski menempuh perjalanan jauh dari provinsi terpencil seperti Banteay Meanchey dan Mondulkiri.
  • Masalah Dokumen: Mayoritas WNI tidak memegang paspor dan berstatus overstay karena dokumen mereka sebelumnya ditahan oleh pihak sindikat.
  • Tujuan Utama: Sebagian besar ingin segera pulang ke tanah air, namun ada segelintir yang mencoba bertahan untuk mencari pekerjaan legal lainnya.
  • Fasilitas Darurat: Bagi yang kehilangan dokumen, KBRI akan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai syarat kepulangan.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bergerak cepat menemui Senior Minister Kamboja sekaligus Ketua CCOS, Chhay Sinarith, pada Senin (19/1/2026).

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dan Ketua CCOS, Chhay Sinarith-Foto: Dok.KBRI Phnom Penh

Santo meminta dukungan pemerintah setempat agar proses deportasi ratusan WNI ini dapat dipercepat.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah Kamboja dan berharap proses kepulangan para WNI ini bisa dipermudah tanpa kendala birokrasi yang rumit,” ujar Dubes Santo yang dikutip Laman Resmi Kemlu RI

Data statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu di bulan Januari 2026, KBRI Phnom Penh telah menangani 1.047 kasus. Angka ini meningkat sangat tajam dibandingkan total 5.088 kasus sepanjang tahun 2025.

Imbauan Bagi Masyarakat di Tanah Air

Pihak KBRI terus mengingatkan warga di Indonesia agar tidak mudah teperdaya oleh iklan lowongan kerja di luar negeri. Terutama yang menjanjikan gaji tinggi dengan kualifikasi yang terlalu mudah atau tidak realistis.

Bagi WNI yang saat ini masih terjebak atau baru saja keluar dari sindikat, diharapkan segera melapor ke kantor KBRI di Phnom Penh. Hal ini penting untuk mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan proses pemulangan resmi.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh untuk meminta biaya tertentu dalam proses evakuasi ini.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *