Nikah Muda ? Zaman Now, Anak Muda Jakarta & Dunia Lebih Suka Prepare Dulu!

Data Resmi Ungkap Paradigma Baru Generasi Muda Soal Pernikahan: Matang Dulu, Baru Melangkah

Jakarta — Di tengah hingar-bingar kehidupan ibu kota yang serba cepat, ada fenomena menarik yang lagi nge-trend di kalangan anak muda Jakarta: menunda nikah.

Bukan karena takut atau ogah berkomitmen, tapi lebih kepada keinginan buat siap secara matang sebelum memulai lembaran baru kehidupan keluarga.

Menurut data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta :

  • Total 7,7 juta penduduk berusia 19 tahun ke atas
  • Lebih dari 2 juta yang belum menikah
  • Laki-laki mendominasi dengan 1,2 juta
  • Sementara perempuan sekitar 896 ribu

“Ini adalah refleksi perubahan sosial yang alamiah. Anak-anak muda sekarang sadar, menunda menikah bukan karena takut, tapi karena mereka ingin mempersiapkan diri dengan lebih baik secara fisik, mental, dan ekonomi,”
jelas Iin Mutmainnah, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta.

Mau tahu alasan kenapa mereka lebih milih nunggu dulu sebelum menikah? Yuk, simak beberapa poin penting yang bikin tren ini makin jelas.

  • Fokus Karier dan Pendidikan: Banyak generasi muda yang ingin mencapai stabilitas karier dan menyelesaikan pendidikan dulu sebelum memutuskan menikah.
  • Kesadaran Finansial: Pernikahan dianggap butuh kesiapan ekonomi yang matang, bukan asal menikah saja.
  • Perubahan Nilai Sosial: Gak lagi terpaku pada tekanan sosial untuk cepat nikah, tapi memilih jalan yang sesuai dengan kesiapan pribadi.
  • Dukungan Pemerintah: Pemerintah DKI Jakarta menyediakan edukasi dan program pembekalan bagi calon pengantin agar siap membangun rumah tangga berkualitas.

Kepala Dinas PPAPP DKI menegaskan, sesuai dengan anjuran Kemendukbangga, usia ideal menikah itu minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Usia tersebut dinilai ideal untuk mencapai kematangan fisik, mental, emosional, dan sosial.

“Pernikahan itu bukan sekadar seremoni, tapi soal kesiapan membangun keluarga yang sehat, setara, dan berdaya. Jadi, penting banget bagi anak muda untuk gak buru-buru,” tambah Iin.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memberikan kemudahan proses administrasi pernikahan lewat aplikasi Alpukat Betawi, serta layanan langsung di kantor Dukcapil kecamatan maupun provinsi.

Foto: Dok. BBC News

‘Waithood’: Antara Masa Muda & Kedewasaan

Fenomena menunda pernikahan bukan hanya terjadi di kota Jakarta, Menurut Dr. Diane Singerman, seorang Akademisi menjelaskan penundaan ini menciptakan suatu periode transisi yang unik, terutama di negara-negara seperti Mesir.

“Di Mesir, anak muda tinggal bersama keluarga sampai mereka menikah, dan terus terang mereka tidak dianggap dewasa sampai mereka menikah, terutama bagi perempuan,” jelas Singerman kepada BBC News.

Karena mereka tidak lagi anak-anak tetapi juga belum dianggap dewasa sepenuhnya, Singerman menciptakan istilah baru untuk menggambarkan masa penantian yang panjang ini: “waithood.”

Istilah ini pertama kali digunakan dalam laporannya pada tahun 2007 dan sejak saat itu telah menarik perhatian banyak peneliti.

Foto: Dok. BBC News

Meskipun data terbaru menunjukkan sedikit penurunan usia pernikahan bagi pria Mesir, konsep “waithood” telah meluas dan digunakan untuk menggambarkan situasi serupa yang dialami oleh para pemuda di berbagai belahan dunia.

‘Waithood’ Ada di Mana-Mana, Bro!

Jangan salah, fenomena ini nggak cuma ada di Mesir, lho. Di seluruh dunia juga ada, cuma namanya beda-beda.

  • Italia: Ada istilah “bamboccioni” (anak cowok gede yang dummy) buat cowok 20-30 tahun yang masih betah tinggal sama orang tua. Mirip kayak “generasi yo-yo” di Inggris yang balik ke rumah setelah lulus kuliah.
  • Afrika Barat: Ada “youthmen” buat cowok-cowok yang belum dianggap dewasa di mata masyarakat.
  • Jepang: Ada “freeters” dan di Amerika Serikat ada slackers. Dua-duanya buat ngejelasin anak muda yang nggak bisa atau nggak mau dapat pekerjaan “beneran”.

Gimana, relate banget kan? Seolah-olah ada gap antara usia dan ekspektasi sosial.

Pernikahan vs. Mandiri: Mana Sih Penanda Dewasa ?

Setiap budaya punya penanda dewasanya sendiri. Pemerintah sih gampang aja, tinggal kasih batas usia 18 atau 21 tahun. Tapi, realitanya nggak sesimpel itu.

Grafis : BBC News
  • Timur Tengah: Nikah adalah kunci kedewasaan.
  • Eropa Selatan: Jadi orang tua adalah penanda dewasa.
  • Eropa Utara: Tinggal mandiri dan pisah dari orang tua jadi syarat utama.

Intinya, semua itu balik lagi ke duit. Tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda bikin mereka susah buat mencapai milestone-milestone ini.

Mau nikah, butuh modal. Mau mandiri, butuh kerjaan tetap. Krisis ekonomi dan restrukturisasi ekonomi di negara berkembang jadi alasan utama kenapa banyak dari kita akhirnya terjebak di fase “waithood.”

So…Aalasan Fenomena menunda nikah ini jadi sinyal positif bahwa anak muda Jakarta mulai merancang masa depan secara cerdas dan terencana.

Jadi, bukan sekadar soal kapan nikah, tapi seberapa siap mereka untuk menjalani kehidupan baru.

Mau nikah? Siapkan dulu mental dan ekonomi kita, ya! Karena hidup berkeluarga itu bukan cuma soal tanggal di kalender, tapi soal komitmen dan kesiapan nyata.

Kalau kalian, gimana nih pandangan soal nikah muda atau nunda nikah? (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *