London, Inggris – Seluruh penonton yang mendatangi Emirates Stadium pada Rabu (24/12/25) mendapat sajian manis dalam bentuk pertandingan sengit antara dua klub asal London.
Arsenal menerima kedatangan Crystal Palace dalam laga perempat final Piala EFL. Dengan kedua kubu yang selalu memberikan penampilan berkualitas pada musim ini, bukan sebuah kejutan ketika pertemuan ini berjalan dengan ketat.
90 menit waktu pertandingan masih tidak cukup untuk menentukan pemenang, setelah kedudukan akhir menunjukkan skor imbang 1-1. Lantas, The Gunners dan The Eagles menuntaskan kontes mereka dalam babak adu penalti.
Arsenal 1-1 Crystal Palace

Kedua tim langsung tancap gas dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk menciptakan ancaman dini.
Dalam sebagian besar babak pertama, Arsenal mendominasi penguasaan bola dan memiliki jumlah peluang yang lebih tinggi dibandingkan dengan Palace.
Akan tetapi, tembok pertahanan The Eagles, yang dipimpin oleh kiper Walter Benitez, memberikan penampilan brilian selagi di bawah hujan serangan Arsenal.
The Gunners menggempur pihak tamu tanpa belas kasihan. Namun, Arsenal gagal menembus garis gawang Palace sebelum jeda turun minum. Lantas, babak pertama ditutup tanpa perubahan dalam papan skor.
The Eagles memanfaatkan waktu istirahat untuk meracik ulang skuadnya dengan memanggil dua pemain baru dari bangku cadangan.
Dampaknya langsung terlihat ketika pertandingan kembali dilanjutkan: The Gunners masih memiliki kehadiran yang cukup besar di tengah lapangan, akan tetapi, Palace kini bermain dengan momentum baru yang mengundang kewaspadaan tuan rumah.
Dalam sepanjang waktu babak kedua, Palace mulai mengambil alih wilayah di lapangan dan menciptakan ancaman besar bagi barisan pertahanan The Gunners.
The Eagles juga aktif di depan gawang sang tuan rumah, namun, kiper Kepa Arrizabalaga menjadi penyelamat Arsenal dalam periode ini.
Meskipun demikian, Palace justru memberikan keunggulan skor kepada Arsenal, tepat dalam penghujung pertandingan.
- Tendangan sudut Bukayo Saka, yang berakhir di tengah kerumunan pemain, berhasil menemukan gawang berkat bek Palace, Maxence Lacroix, yang tidak sengaja mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. (80’)
Tekanan kini berada di punggung Palace, yang memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan nyawanya. Sebuah tugas yang terlihat mustahil, namun, seluruh penonton di stadion kembali terpukau ketika The Eagles mengubah kedudukan menjadi 1-1 dalam menit-menit kritis.
- Dari sisi kiri lapangan, Adam Wharton mengirim tendangan bebas yang disambar oleh sundulan matang Jefferson Lerma. Bola tersebut sudah mengarah menuju gawang, namun, Marc Guehi tetap menyentuh bola dengan kakinya dan memastikan gol tersebut. (90+5′)
Usai menjalani sebuah kontes sengit, Palace tanpa sengaja memberi harapan kemenangan kepada Arsenal, dan kemudian memaksa The Gunners menuju babak adu penalti.
Babak Adu Penalti
Babak ini berjalan dengan cukup rutin bagi kedua tim. Arsenal mendapat giliran pertama di titik putih, dan kapten Martin Odegaard sukses melaksanakan tugasnya. Ia kemudian diikuti oleh wakil Palace, Jean-Philippe Mateta, yang juga menemukan jaring gawang.
Mulai dari sini, kedua tim menunjukkan ketenangan dalam tugasnya. Secara beruntun, para pemain Arsenal yang maju ke titik putih sukses menuntaskan tendangan penalti mereka.
Akan tetapi, The Gunners masih belum bisa santai, ketika mereka masih dikejar oleh Palace, yang selalu menaklukkan Arrizabalaga.
Arsenal dan Palace terus imbang dari tendangan pertama, hingga tendangan ketujuh. Ketika adu penalti mencapai giliran kedelapan, laga ini akhirnya menemukan pihak pemenang.
- William Saliba maju berhadapan dengan Benitez, dan dengan nada dingin, ia sukses mengalahkan sang kiper.
- Semua jatuh kepada Maxence Lacroix untuk menjaga harapan Palace. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak dengan Lacroix.
- Usai mengukir gol bunuh diri dalam waktu normal, Lacroix gagal menggetarkan jaring gawang, setelah tendangannya berhasil diselamatkan oleh Arrizabalaga.
Pada akhirnya, Arsenal langsung meramaikan lapangan dengan selebrasinya, dan kini menancapkan kakinya di babak semifinal Piala EFL.

Reaksi Pasca Pertandingan
Arsenal mendominasi sebagian besar jalan pertandingan dan memiliki banyak peluang di depan gawang Palace. Akan tetapi, The Gunners gagal menuntaskan kesempatannya, dan gol tunggal mereka pun datang dari Palace.
Meskipun demikian, penampilan Arsenal dalam laga ini tetap mendapat pujian dari sang pelatih, Mikel Arteta.
“Saya sangat senang bisa menang, ini yang kami inginkan,” ucap Arteta, dilansir dari situs resmi Arsenal.
“Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisir, sangat sulit untuk ditembus dan menciptakan peluang [melawan], tetapi saya pikir kami menciptakan banyak peluang hari ini, kami memiliki banyak kesempatan.”
Di sisi lain, hasil tersebut jelas direnungkan oleh pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner. Meskipun demikian, Glasner juga memuji penampilan tim asuhannya dalam pertemuan ini.
“Tentu saja, ketika Anda kalah dalam sebuah pertandingan, ketika Anda kalah dalam adu penalti, Anda selalu kecewa.” ujar Glasner, sebagaimana dikutip dari situs resmi Crystal Palace.
“Di sisi lain, saya senang dengan performa babak kedua hari ini, terutama setelah performa babak pertama – yang benar-benar buruk. Walter Benitez membuat kami tetap dalam permainan, tetapi babak kedua jauh lebih baik, itu adalah pertandingan yang seimbang.”
Kini, kedua tim tersebut mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanannya di Liga Inggris.
Arsenal kembali bertarung untuk mempertahankan takhtanya di papan klasemen dengan menghadapi Brighton & Hove Albion. Sementara itu, pertemuan Palace dengan Tottenham Hotspur akan menjadi laga terakhirnya di 2025. (VT)
Baca juga :





