Santiago Del Estero, Agentina – Ambisi Union untuk melanjutkan tren positif harus kandas di tanah Santiago.
Dalam lanjutan pekan keempat Torneo Apertura, tim asuhan Leo Madelon dipaksa menyerah 0-1 oleh tuan rumah Central Cordoba di Stadion Madre de Ciudades, pada Sabtu (07/02/26).
Gol tunggal Michael Santos di babak kedua menjadi pembeda, dalam laga yang diwarnai minimnya kreativitas lini serang tim tamu.
Kekalahan ini memaksa Union pulang ke Santa Fe dengan tangan hampa, sekaligus menjadi alarm keras bagi Madelon.
Performa tim tampak menurun drastis jika dibandingkan dengan penampilan impresif mereka, saat menggilas Gimnasia de Mendoza pekan lalu.
Hilangnya “Nyawa” Permainan
Sejak peluit pertama dibunyikan, Union gagal menemukan ritme permainan mereka. Tidak ada aliran bola yang lancar maupun kerja sama antar lini yang solid.
Ketidakhadiran kreativitas di lini tengah membuat daya gedor Union seolah kehilangan taringnya. Laga sempat memanas di babak pertama ketika Tijanovich melakukan pelanggaran keras terhadap Mauro Pitton.
Meski kubu Union memprotes keras, wasit memutuskan untuk tidak meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR. Namun, terlepas dari kontroversi wasit, Union memang terlihat kesulitan mengembangkan permainan secara teknis.
Sang Eksekutor Penghancur Harapan
Memasuki babak kedua, dominasi tipis mulai ditunjukkan Central Cordoba. Tim tuan rumah yang bermain lebih sabar akhirnya mendapatkan momentum pada menit-menit krusial.
- Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi oleh Marco Iacobelli, bola meluncur manis ke arah Michael Santos.
- Dengan ketenangan tinggi, pemain bernama lengkap Michael Nicolas Santos Rosadilla itu menyarangkan bola ke gawang Union.
Central Cordoba, yang sebenarnya tidak tampil terlalu dominan, berhasil memaksimalkan satu peluang emas tersebut untuk mengamankan poin penuh.
Bagi Union, kekalahan ini adalah pil pahit yang menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi masalah utama mereka di Torneo Apertura.
Pulang tanpa poin dari Santiago del Estero tentu bukan rencana Madelon, namun ia kini harus segera memutar otak untuk memperbaiki koordinasi tim. (*)
Baca juga :





