Bener Meriah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan percepatan pemulihan pascabencana bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Sebanyak 19 blok hunian sementara (huntara) berbasis teknologi modular dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada pekan pertama Ramadan 2026.
Proyek strategis ini dirancang untuk memberikan kepastian tempat tinggal bagi 202 kepala keluarga (KK) yang saat ini tengah menunggu proses relokasi.
Saat meninjau lokasi, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pengerjaan fisik terus dikejar guna memenuhi tenggat waktu religius tersebut.
“Progresnya masih sesuai jadwal. Insyaallah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 kepala keluarga,” ungkap Dody dalam pernyataan resminya, Sabtu (07/02/26).
Inovasi Konstruksi Modular Baja
Pembangunan di atas lahan seluas 3 hektare ini tidak menggunakan metode konvensional, melainkan mengadopsi konstruksi modular baja prefabrikasi.
Metode ini memungkinkan pembangunan 228 modul hunian dilakukan dengan presisi tinggi dan durasi yang jauh lebih singkat.
Total luas bangunan yang mencapai 4.855 meter persegi tersebut mencakup:
- Fasilitas Sanitasi: Tersedianya 114 unit shower dan kloset yang didukung sistem pengolahan limbah biotank.
- Aksesibilitas: Penyediaan unit khusus dan toilet bagi penyandang disabilitas sebagai standar inklusi hunian modern.
- Kemandirian Air: Pembangunan sumur bor sedalam 52 meter oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Lebih dari sekadar tempat bernaung, kawasan ini dirancang sebagai ekosistem sosial yang fungsional.
Perencanaan kawasan mencakup area multifungsi, musala, dan ruang terbuka hijau untuk mendukung aktivitas sosial serta ibadah masyarakat selama bulan suci.
Menteri PU menekankan bahwa aspek kesiapan warga menjadi kunci keberhasilan relokasi ini.
“Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal Ramadan masyarakat terdampak sudah bisa langsung menghuni. Kami akan kejar agar selesai tepat waktu,” tambahnya.(NR)





