Pentagon Putus Kerja Sama Akademik dengan Harvard

Menteri Pertahanan AS menuding Harvard sebagai pusat aktivisme radikal.

Washington,AS – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi memutuskan seluruh hubungan akademik dengan Universitas Harvard.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuduh institusi pendidikan tertua di AS tersebut telah beralih fungsi menjadi pusat “aktivisme pembenci Amerika.”kutip BBC News

Kebijakan ini mencakup penghentian program pelatihan militer tingkat pascasarjana, beasiswa, serta program sertifikat di lingkungan universitas anggota Ivy League tersebut.

Keputusan ini menandai keretakan signifikan dalam sejarah panjang antara militer AS dan Harvard yang telah terjalin sejak era George Washington.

Moral & Kapasitas Tempur

Dalam pernyataan resminya, Hegseth menegaskan bahwa lingkungan akademik Harvard saat ini tidak lagi sejalan dengan fokus Departemen Pertahanan yang mengutamakan daya hancur (lethality) dan pencegahan konflik (deterrence).

“Selama ini, departemen ini mengirimkan perwira-perwira terbaik kami ke Harvard dengan harapan universitas tersebut dapat memahami dan menghargai kelas prajurit kami,” ujar Hegseth.

“Namun, terlalu banyak perwira yang kembali dengan pola pikir yang lebih menyerupai Harvard penuh dengan ideologi globalis dan radikal yang tidak meningkatkan kualitas barisan tempur kami.”

Ia menambahkan bahwa Harvard telah menjadi “pabrik ideologi woke” dan tempat persemaian bagi kelompok radikal anti-Amerika.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (Kanan)-Foto: Dok.AP News

Dugaan Pendanaan Tiongkok 

Selain kritik terhadap kurikulum, Pentagon juga menyoroti keterlibatan penelitian Harvard dengan pihak asing.

Hegseth mengungkapkan kekhawatiran atas kemitraan beberapa program riset Harvard dengan Partai Komunis Tiongkok.

Berdasarkan laporan The New York Times, Harvard tercatat menerima dana sebesar US$560 juta (sekitar Rp8,9 triliun) dalam bentuk hibah dan kontrak dari yayasan, donor pribadi, serta entitas pemerintah Tiongkok sepanjang periode 2010 hingga 2025.

Pemerintahan Trump juga menyoroti iklim kampus yang dianggap membiarkan sentimen antisemit pasca-insiden 7 Oktober 2023.

Hegseth menuduh pihak universitas menciptakan lingkungan yang “merayakan Hamas” dan membiarkan serangan terhadap mahasiswa Yahudi di area kampus.

Penghentian kerja sama ini akan berlaku efektif mulai musim gugur mendatang.

Pentagon menyatakan akan memberikan waktu bagi personel militer yang saat ini masih menjalani perkuliahan untuk menyelesaikan studi mereka sebelum hubungan benar-benar diputus.

Langkah ini juga dibarengi dengan tekanan hukum dari Presiden Donald Trump, yang pekan lalu mengumumkan gugatan ganti rugi sebesar US$1 miliar terhadap Harvard terkait laporan negosiasi pembayaran yang sempat memicu polemik di media massa.

Menariknya, Pete Hegseth sendiri merupakan lulusan Master of Public Policy dari Harvard Kennedy School pada tahun 2013.

Namun, pada tahun 2022, ia secara simbolis mengembalikan ijazahnya sebagai bentuk protes terhadap kurikulum universitas yang ia anggap terlalu condong pada teori ras kritis.

Sementara itu hingga kini pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi terkait pengumuman terbaru Pentagon ini.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *