Castellon, Spanyol – Villarreal menghancurkan RCD Espanyol dengan skor telak 4-1 di Stadion La Ceramica, Vila-Real.
Anak asuh Marcelino Garcia tampil dominan sejak menit awal, memastikan kemenangan lewat gol akrobatik Mikautadze, gol bunuh diri Salinas, serta aksi memukau dari Pepe dan Moleiro.
Kemenangan ini menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa Villarreal telah menemukan kembali identitas permainan mereka, setelah sebelumnya ditahan imbang Osasuna. Bagi Espanyol, hasil ini memperpanjang tren negatif mereka.
Bukan Sekadar Penguasaan Bola
Villarreal memulai pertandingan dengan intensitas yang membuat tim tamu sesak napas. Mengandalkan Buchanan dan Mikautadze di lini depan, tuan rumah terus membombardir pertahanan rendah yang diterapkan Espanyol.
Meski tim lawan mencoba membalas lewat serangan balik cepat, disiplin taktis Villarreal di bawah arahan Marcelino terbukti terlalu tangguh untuk ditembus.
- Menit 35: Georges Mikautadze memecah kebuntuan lewat tendangan akrobatik menyambut umpan Buchanan. Sebuah gol yang membuat satu stadion berdiri memberikan aplaus.
- Menit 44: Tekanan tanpa henti Moleiro memaksa Salinas melakukan kesalahan fatal. Gol bunuh diri ini menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 untuk tuan rumah.
Debut Para Talenta Muda
Jika babak pertama adalah tentang dominasi, babak kedua adalah tentang pertunjukan seni. Hanya butuh sepuluh menit bagi Villarreal untuk menambah dua gol lagi lewat Pepe dan Moleiro.
- Menit 50: Aksi individu Nicolas Pepe yang melewati bek lawan sebelum melepas tembakan mendatar ke pojok gawang.
- Menit 55: Alberto Moleiro menyempurnakan pesta lewat penyelesaian presisi dari tepi kotak penalti dan mengubah skor menjadi 4-0.
Keunggulan 4-0 membuat suasana di tribun terasa seperti malam perayaan yang meriah.
Di tengah dominasi tersebut, Marcelino memberikan kado spesial bagi pendukung Groguet dengan memberikan menit bermain bagi pemain muda. sebuah sinyal bahwa regenerasi di akademi Villarreal terus berjalan produktif.
Meski Espanyol sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Leandro Cabrera di penghujung laga, skor 4-1 tidak bisa diperdebatkan.
Villarreal tampil dengan efisiensi tinggi, organisasi pertahanan yang rapat, dan kreativitas lini tengah yang cair. Hasil ini melontarkan mereka kembali ke persaingan panas kualifikasi kompetisi Eropa.
Mereka telah menunjukkan bahwa ketika “Kapal Selam Kuning” ini mulai menyelam dengan presisi, sangat sedikit tim yang mampu menghindari hantaman torpedonya. (*)
Baca juga :





