Buenos Aires, Argentina – Dalam seluruh sejarahnya sebagai markas River Plate, Estadio Mas Monumental sering menjadi panggung penuh darah dimana para pendatang yang berani menantang La Banda ditekuk tanpa ampun oleh raksasa berseragam merah putih tersebut.
Tetapi, satu hal yang jarang terjadi adalah ketika River Plate sendiri menjadi korban yang menelan malu di lapangan legendaris tersebut.
Namun, pada putaran keempat Apertura Argentina, itulah yang terjadi ketika River Plate menerima kedatangan Tigre.
Banyak yang mengantisipasi sebuah kontes sengit antara dua pihak yang saat ini sedang bersinar di papan atas klasemen Zona B, namun tidak ada yang menduga bahwa pertemuan ini akan berakhir menjadi pembantaian dimana Tigra membawa pulang hasil telak 4-1.
Mimpi buruk River Plate sudah dimulai sejak periode pembukaan laga, ketika El Matador langsung memborong dua gol dalam 15 menit pertama waktu pertandingan.
- 6’: Dengan ketangguhan tinggi, David Romero mempertahankan diri dari dorongan lawannya dan mengalihkan bola kepada Tiago Serrago, yang berhasil menemukan jaring gawang dari bagian kanan kotak penalti.
- 16’: Romero sendiri ikut mencantumkan namanya dalam papan skor, setelah ia menghantam sudut kanan gawang dengan sebuah tembakan jitu, usai dipersiapkan oleh umpan Ignacio Russo.
Usai gol kedua tersebut, River Plate langsung meningkatkan ritme permainannya dan kini memiliki kehadiran yang sangat besar di tengah lapangan.

Namun, meskipun tampil sebagai pihak yang jauh lebih dominan dalam sebagian besar babak pertama, River Plate jarang menciptakan serangan yang mengundang kekhawatiran Tigre, dan pada akhirnya harus puas memasuki waktu istirahat dengan ketertinggalan dua gol.
Sayangnya bagi La Banda, misi mereka untuk mengejar Tigre di papan skor kini mulai terlihat mustahil, setelah para pendatang mengukir gol ketiga hanya empat menit setelah kick off babak kedua.
- 49’: Ironisnya, gol kali ini dipicu oleh sebuah kesalahan memalukan dari sang tuan rumah.
- Gelandang River Plate, Anibal Moreno, mengumpan bola tepat kepada Ignacio Russo, yang tidak membuang kesempatan emas tersebut dan tanpa masalah membobol gawang La Banda.
Penderitaan River Plate sayangnya belum selesai sampai disitu. Pada menit ke-59, La Banda harus melepaskan Fausto Vera, yang dihukum dengan kartu merah atas pelanggaran kasarnya terhadap David Romero.
Potongan terakhir dalam mimpi buruk River Plate datang dalam beberapa menit kemudian, ketika Tigre melebarkan selisih skor menjadi 4-0.
- 68’: Ignacio Russo, yang memiliki ruang luas di daerah berbahaya River Plate, mampu menggetarkan gawang tuan rumah untuk kedua kalinya dalam pertemuan ini.
Dengan Tigre yang jelas sudah dipastikan sebagai pemenang pertandingan ini, kedua tim kini hanya perlu menunggu bunyi peluit terakhir.
El Matador bermain dengan tempo santai, selagi River Plate mengerahkan perlawanan setengah hati yang setidaknya membuahkan sebuah gol hiburan indah pada penghujung laga.
- 89’: Dari jarak jauh, Lautaro Rivero melepaskan sebuah tendangan voli yang melintas mulus menuju pojok kanan gawang Tigre.
Dengan hati berat, River Plate menutup pertemuan kali ini dengan gaya yang sangat memalukan. Akibat hasil pahit tersebut, La Banda didepak dari tiga besar papan klasemen Zona B.
Sebuah malam yang tentunya ingin dilupakan oleh River Plate. Kini, pasukan La Banda harus belajar dari kesalahannya apabila mereka tidak ingin mengulang musibah tersebut saat berhadapan melawan Argentinos Juniors dalam pertandingan berikutnya. (VT)
Hasil Lainnya Apertura Argentina
- Aldosivi 1-1 Rosario Central
- Racing Club 2-1 Argentinos Juniors
- Newell’s Old Boys 2-3 Defensa y Justicia
- Belgrano 1-0 Banfield
Baca juga :





