Jakarta – Menjelang pergantian tahun menuju Imlek 2577 Kongzili, suasana hangat dan penuh warna mulai menyelimuti berbagai sudut Indonesia sejak Minggu (15/2/2026).
Dari lorong-lorong legendaris Pecinan Glodok di Jakarta hingga ritual penyucian di Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, masyarakat bersiap menyambut datangnya Tahun Kuda Api yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Perayaan tahun ini menjadi istimewa karena siklus Kuda Api hanya terjadi sekali dalam 60 tahun, membawa pesan tentang energi besar, keberanian, dan kerja keras.
Simbol Kue Keranjang & Bandeng
Di jantung Jakarta Barat, kawasan Petak Enam, Glodok, berubah menjadi lautan manusia. Sejak Minggu hingga Senin pagi (15-16/2/2026), warga tumpah ruah memadati pertokoan untuk berburu kebutuhan ritual. Etalase-etalase toko nampak memerah oleh tumpukan kue keranjang (Nian Gao) yang mengkilap.
“Permintaan meningkat drastis. Stok tahun ini kami perbanyak karena antusiasme warga luar biasa sejak pekan lalu,” ujar salah satu pedagang musiman di lokasi.
Bagi masyarakat Tionghoa, kue keranjang bukan sekadar kudapan. Teksturnya yang lengket adalah simbol eratnya ikatan keluarga, sementara rasa manisnya adalah doa agar tahun depan penuh keberuntungan.
Selain itu, Tray of Happiness atau wadah manisan segi delapan berisi buah kering dan biji-bijian menjadi incaran karena melambangkan kesehatan dan kemakmuran yang tak terputus.
Tak jauh dari pusat kota, tradisi unik juga bergeliat di Rawa Belong. Pasar bandeng musiman kembali hadir, memadukan budaya Betawi dan Tionghoa dalam satu lapak. Ikan bandeng berukuran jumbo menjadi primadona.

- Makna Filosofis: Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut Yu, yang terdengar mirip dengan kata “berlebih”. Menyajikan bandeng utuh saat malam Imlek adalah harapan akan rezeki yang melimpah.
- Ketahanan Hidup: Bandeng dipilih karena kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi air, simbol ketangguhan manusia menghadapi tantangan zaman.
- Dampak Ekonomi: Aktivitas ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai jutaan rupiah per pedagang per harinya.

Menjemput Energi Kuda Api Di Ampenan
Bergeser ke arah timur, di Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, NTB, persiapan dilakukan dengan khidmat. Patung-patung dewa-dewi dibersihkan sebagai simbol pemurnian hati.
Wakil Pengurus Klenteng, Sandika Jayanata, menjelaskan bahwa Tahun Kuda Api 2577 adalah momentum langka.
“Kuda melambangkan kebebasan dan kerja keras. Saat bertemu unsur api, maknanya menjadi energi yang meledak-ledak. Ini tahun untuk berani mengambil peluang dan memperluas usaha,” ungkapnya.
Puncak ibadah akan dilaksanakan Selasa (17/2/2026) tepat pukul 00.00 WITA, yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 400 jemaat dari berbagai daerah.
Imlek 2577 bukan sekadar tentang perayaan merah dan emas, melainkan cermin dari identitas Indonesia yang majemuk.
Dari Manisnya Lorong Glodok, gurihnya ikan bandeng di Rawa Belong hingga khidmatnya doa di Ampenan, menjadi buktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Di bawah naungan Kuda Api, ada semangat baru yang berkobar semangat untuk terus bergerak maju dengan ketekunan, sembari tetap menjaga manisnya silaturahmi yang telah terjalin lama di lorong-lorong sejarah bangsa.(NR)





