Cardiff, Wales – Para penggemar sepak bola masih harus menunggu beberapa hari untuk menyaksikan pembukaan Liga Inggris. Akan tetapi, mereka setidaknya dihibur dengan laga Community Shield, yang mempertemukan juara bertahan Premier League, Arsenal, dengan pemenang Piala FA musim lalu, Manchester City, pada Minggu (16/08/26).
Laga ini menandai debut kompetitif Enzo Maresca sebagai pelatih The Citizens, setelah ia meneruskan jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Pep Guardiola.
Sayangnya, kesempatan Maresca untuk memenangkan trofi pertama bersama klub barunya berakhir dengan sangat pahit, setelah The Gunners mempermalukan Manchester City dengan skor telak 3-0.

Pesta Arsenal dimulai hanya beberapa detik setelah kick off pertandingan. Tanpa basa-basi, The Gunners langsung mendiamkan Manchester City dengan sebuah gol dini.
- 25 detik setelah peluit pertama ditiup, gawang Gianluigi Donnarumma sudah digetarkan oleh Riccardo Calafiori, setelah ia menuntaskan umpan terobos Myles Lewis-Skelly yang melintas melewati lini pertahanan Manchester City.
Mulai dari sini, sudah terlihat jelas bahwa Arsenal adalah tim yang jauh lebih tajam ditengah lapangan. The Gunners aktif menggempur lini pertahanan Manchester City, yang sepanjang jalan pertandingan tampak terguncang.
The Gunners lantas tidak memiliki masalah menggandakan keunggulannya pada menit ke-28.
- Pendatang baru Christos Tzolis menyajikan sundulan matang yang diteruskan oleh kepala Kai Havertz.
- Donnarumma sempat menyentuh bola tersebut, namun sayangnya ia tidak mampu mengamankan sundulan Havertz, yang tetap memantul ke dalam gawang.
Manchester City sebetulnya memiliki beberapa kesempatan di hadapan gawang Arsenal. Tetapi, lini depan The Citizens dalam pertemuan ini tidak sebanding dengan tembok kokoh David Raya.
Harapan Manchester City untuk menyelamatkan dirinya hilang tuntas pada menit ke-48, ketika Arsenal melebarkan jarak skor menjadi 3-0.
- Martin Odegaard, yang sebelumnya memainkan peran krusial dalam gol kedua Arsenal, ikut mengukir namanya dalam papan skor.
- Dalam sekilas mata, sang kapten bergerak melewati Josko Gvardiol dan tanpa masalah menaklukkan Donnarumma, yang terkecoh oleh gerakan Odegaard.
Maresca merespons dengan memanggil Omar Marmoush, Marc Guehi, Rayan Cherki, dan Rico Lewis dari bangku cadangan. Meskipun demikian, kehadiran mereka masih belum cukup untuk memperkuat The Citizens, yang kini berada dibawah ampun Arsenal.
Arsenal jelas masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pesta golnya. Namun pada akhirnya, gol Odegaard menjadi catatan terakhir dalam papan skor laga ini, yang ditutup dengan perayaan The Gunners dengan trofi Community Shield.
Turnamen Community Shield mungkin diremehkan oleh beberapa pihak dalam dunia sepak bola. Namun bagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kemenangan ini masih dianggap sebagai pencapaian yang cukup penting untuk tim asuhannya.
“Saya sangat senang, sangat senang dengan penampilannya, dengan keinginan yang kami tunjukkan dan cara kami berkompetisi,” Ujar Arteta, sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal.
“(Ini) merupakan ujian yang baik bagi kami untuk memahami di mana kami berada, dan memenangkannya dengan cara yang telah kami lakukan melawan oposisi ini, saya pikir penghargaan untuk para pemain.”

Disisi lain, kekalahan tersebut tentunya menjadi beban tambahan bagi Enzo Maresca, yang diharapkan mampu mengikuti jejak kaki Pep Guardiola ketika ia berhijrah menuju Etihad Stadium.
Meskipun demikian, pelatih asal Italia tersebut memandang hasil pertandingan ini sebagai pembelajaran menjelang laga pembukaan Liga Inggris mendatang.
Dilansir dari situs resmi Manchester City, ia menyatakan: “Kami akan menganalisis permainan, kesalahan yang telah kami lakukan dan mencoba memperbaikinya. Kemudian mulai Selasa, kami akan fokus pada permainan (melawan) Bournemouth,”
Kini, kedua tim tersebut akan mempersiapkan diri menjelang minggu pertandingan pertama Premier League. Arsenal akan menjamu klub promosi, Coventry City, sementara Manchester City dipertemukan dengan Bournemouth. (VT)





