Amazon PHK Massal 14.000 Karyawan, Potong Biaya Pasca-Pandemi & Ancaman AI

Raksasa Ritel Balik Arah dari Perekrutan Besar Era COVID, Jumlah PHK Diperkirakan Bisa Mencapai Puluhan Ribu

Washington, AS – Raksasa ritel global yang berbasis di Seattle, Amazon, mengonfirmasi rencana untuk memberhentikan 14.000 pekerja korporat.

Sebuah langkah yang merupakan bagian dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), yang diperkirakan akan memangkas puluhan ribu posisi.

Keputusan ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk membalikkan tren perekrutan besar-besaran, yang terjadi selama puncak pandemi virus corona.

Di mana saat itu permintaan belanja daring melonjak tajam, yang ternyata tidak berlangsung lama. Hal ini sekaligus untuk memangkas biaya operasional, dan merampingkan organisasinya yang masif.

PHK yang diumumkan secara resmi ini merupakan bagian kecil dari total 1,55 juta karyawan Amazon di seluruh dunia, namun signifikan bagi sekitar 350.000 karyawan korporatnya seperti yang dikutip The Guardian.

Pemangkasan Birokrasi & Sumber Daya

Dalam memo internal kepada karyawan, Beth Galetti, seorang Wakil Presiden Senior di Amazon, menegaskan bahwa langkah ini adalah kelanjutan dari upaya perusahaan untuk menjadi lebih kuat, dengan mengurangi birokrasi dan lapisan manajemen.

“Pengurangan yang kami bagikan hari ini adalah kelanjutan dari upaya untuk menjadi lebih kuat dengan mengurangi birokrasi lebih lanjut, menghilangkan lapisan, dan menggeser sumber daya untuk memastikan kami berinvestasi dalam pertaruhan terbesar kami dan apa yang paling penting bagi kebutuhan pelanggan kami saat ini dan di masa depan,” tulis Galetti.

Meskipun perusahaan dinilai “berkinerja baik” dan mencatat hasil bisnis yang kuat, Galetti mengingatkan bahwa dunia bisnis berubah dengan cepat. Ia secara khusus menyoroti peran teknologi baru.

“Generasi AI ini adalah teknologi paling transformatif yang pernah kita lihat sejak internet, dan ini memungkinkan perusahaan berinovasi jauh lebih cepat daripada sebelumnya (di segmen pasar yang ada dan yang sama sekali baru),” tambahnya.

Laporan dari Reuters dan The Wall Street Journal sehari sebelumnya, yang mengutip sumber-sumber anonim, bahkan memperkirakan bahwa Amazon bersiap untuk memangkas hingga 30.000 pekerjaan korporat.

CNBC menyebut potensi PHK ini sebagai yang terbesar dalam sejarah perusahaan.

Ancaman AI & Efisiensi Bisnis

Sebelumnya, CEO Amazon, Andy Jassy telah memperingatkan bahwa penggunaan agen AI dan sistem generatif AI, seperti chatbot, akan mengurangi kebutuhan karyawan di beberapa area.

“Sulit untuk mengetahui dengan tepat ke mana arahnya seiring waktu, tetapi dalam beberapa tahun ke depan, kami memperkirakan ini akan mengurangi total tenaga kerja korporat kami,” ujar Jassy dalam memo kepada staf pada Juni lalu.

Gelombang PHK minggu ini diperkirakan akan berdampak luas, termasuk pada :

  • Divisi sumber daya manusia (people experience and technology)
  • Perangkat dan layanan (devices and services)
  • Serta operasional

Laporan Fortune menyebutkan bahwa hingga 15% dari peran HR perusahaan dapat terkena dampaknya.

Langkah Amazon ini sejalan dengan tren di industri teknologi lainnya, di mana raksasa seperti Microsoft, Meta (induk WhatsApp, Instagram, dan Facebook), dan Alphabet (induk Google dan YouTube) juga telah melakukan PHK puluhan ribu pekerja dalam tiga tahun terakhir. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *