New Delhi – Komisi Persaingan Usaha India (CCI) mengeluarkan peringatan keras kepada raksasa teknologi Apple Inc. untuk segera melanjutkan proses hukum kasus antimonopoli.
Otoritas India menolak permintaan Apple yang mencoba menunda penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan di toko aplikasi App Store.
Langkah tegas ini diambil setelah Apple kedapatan mengulur waktu selama lebih dari satu tahun.
Dalam dokumen rahasia tertanggal 31 Desember yang bocor ke publik, CCI menegaskan tidak akan lagi memberikan toleransi terhadap penundaan yang dilakukan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut kutip media Indial The Hindu.
Kronologis Koflik
Ketegangan bermula ketika pemilik Tinder, Match Group, bersama sejumlah startup lokal India melaporkan Apple sejak tahun 2022.
Mereka menuding kebijakan App Store merugikan pengembang aplikasi pihak ketiga dan mematikan persaingan usaha yang sehat.
“Pemberian kelonggaran yang berulang kali tidak dapat dilanjutkan tanpa batas waktu,” tulis CCI dalam perintah resminya.
Lembaga tersebut menilai tindakan Apple telah merusak disiplin prosedur dan menghambat penyelesaian kasus secara tepat waktu.
Di sisi lain, Apple tetap membantah segala tuduhan tersebut. Perusahaan berlogo apel tergigit ini merasa keberatan dengan perhitungan denda yang didasarkan pada pendapatan global, bukan hanya pendapatan dari operasional di wilayah India saja.
CCI menegaskan bahwa tindakan Apple telah merusak prosedur hukum yang berlaku di negara tersebut. Pihak otoritas memberikan tenggat waktu hingga minggu depan bagi Apple untuk memberikan tanggapan resmi yang diminta.
Jika Apple tetap bungkam, CCI mengancam akan melanjutkan proses hukum dan pengambilan keputusan secara sepihak.
Di sisi lain, Apple dikabarkan berniat menunggu jadwal persidangan dengan hakim pada 27 Januari 2026 sebelum mengambil keputusan lebih jauh.(NR)





