Arsenal Jaga Kesempurnaan Di Eropa, Raja Italia Ditahan Oleh 10 Pemain!

Champions League: The Gunners Bongkar San Siro, Napoli Pulang Dengan Satu Poin

Milan, Italia – Dua raksasa Italia dan rival sengit dalam klasemen Serie A musim ini, Inter Milan dan Napoli, masing-masing menerima hasil mengecewakan dalam hari pertandingan ke-7 Champions League, pada Rabu (21/01/26).

Stadion San Siro menjadi panggung pertemuan Inter Milan dan Arsenal. Sesuai ekspektasi, pertarungan antara pemimpin Serie A dan bos Premier League tersebut berjalan dengan cukup sengit.

Namun pada akhirnya, The Gunners, yang saat ini juga menguasai tangga klasemen UCL dengan tangan besi, sukses membongkar kandang Nerazzurri dengan skor telak 3-1.

Sementara itu di Denmark, Napoli bertamu menuju markas jawara lokal, Copenhagen.

Nasib I Partenopei tidak seburuk Inter, namun tetap mengecewakan. Meskipun berhadapan dengan 10 pemain dalam sebagian besar jalan laga, Napoli gagal mengunci kemenangan dan terpaksa pulang dengan satu poin usai ditahan imbang 1-1.

Inter Milan 1-3 Arsenal

Inter Milan vs Arsenal – Foto: Dok. Arsenal

Sejak menit pembukaan, laga ini jelas akan dikuasai oleh para pendatang. Arsenal tidak membuang waktu untuk mengancam barisan pertahanan Inter, dan lantas, 10 menit setelah menginjak tanah lapangan, The Gunners sudah membuka papan skor.

10’: Bola Jurrien Timber, yang sempat disapu oleh Federico Dimarco, tetap menemukan Gabriel Jesus. Dengan naluri tajam, Jesus menyelipkan sebuah tembakan melewati kiper Yann Sommer dan menempatkan Arsenal di hadapan Inter.

Meskipun telah menelan kebobolan dini, Inter masih belum menyerah. Didampingi oleh dukungan meriah San Siro, pasukan Nerazzurri hanya butuh delapan menit untuk menyamakan kedudukan.

  • 18’: Tembakan Nicolo Barella yang ditangkis oleh Myles Lewis-Skelly berhasil dituntaskan oleh tendangan jitu Petar Sucic.

Usai dilanda oleh kekhawatiran dalam periode awal laga, Inter kini bermain ganas dengan mengandalkan serangan balik tajam.

Akan tetapi, The Gunners tetap berdiri tegak dan untuk kesekian kalinya dalam musim ini, sang tamu kembali merobek gawang lawannya dengan memanfaatkan situasi bola mati.

  • 31’: Tendangan sudut Bukayo Saka disundul oleh Leandro Trossard, yang sayangnya membentur mistar gawang. Namun untungnya, Gabriel Jesus bereaksi kilat dan dengan mudah memborong gol keduanya dalam laga ini.

Meskipun keunggulan skor kini dipegang oleh Arsenal, kontes ini masih terbuka lebar bagi semua pihak. Sebelum jeda turun minum, Arsenal dan Inter giat menciptakan kesempatan demi kesempatan di bagian depan.

Pertarungan antara kedua tim tersebut masih berjalan dengan cukup ketat dalam babak kedua. Inter mengerahkan segala kemampuan mereka untuk mengejar ketertinggalannya, selagi Arsenal bermain dengan kewaspadaan tinggi demi mempertahankan keunggulan tipisnya.

Pada akhirnya, pertemuan sengit ini dikunci pada menit ke-84, ketika Arsenal mencantumkan gol ketiga yang tentunya menuntaskan harapan comeback Inter.

  • 84’: Umpan lambung Gabriel Martinelli yang terbang dari satu sisi lapangan menuju sisi lainnya berhasil diarahkan ke dalam gawang Nerazzurri oleh Viktor Gyokeres.

Kerja sama manis tersebut menjadi penutup sempurna bagi penampilan brillian Arsenal, yang kini masih memegang catatan sempurna di Champions League: tujuh kemenangan dalam tujuh laga.

Hasil tersebut memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen UCL dan juga mengamankan kehadiran The Gunners dalam babak 16 besar.

Selain itu, laga ini juga menjadi kemenangan pertama Arsenal di Italia sejak 2008 lalu, dimana mereka menumbangkan rival abadi Nerazzurri, AC Milan.

“Kami sangat bangga, bukan hanya untuk pertandingan malam ini, tetapi juga atas apa yang telah kami lakukan di kompetisi sejauh ini dalam tujuh pertandingan.” ucap pelatih Arsenal, Mikel Arteta, sebagaimana dilansir dari situs resmi Arsenal.

Sementara itu, dikutip dari UEFA, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tidak menunjukkan kekhawatiran meskipun timnya menelan kekalahan yang mempersulit perjuangannya untuk mengamankan posisi finis di bagian 8 besar.

“Saya tidak khawatir. Saya melihat apa yang perlu kita lakukan sekarang. Kami tahu musim ini di Liga Champions tidak akan mudah. ​​Saya melihat sisi positifnya: sikap kami, intensitas yang kami tunjukkan dalam pertandingan-pertandingan ini.”

Usai pertemuan tersebut, Inter kembali mempersiapkan San Siro untuk menerima kedatangan Pisa, dalam laga Serie A mendatang.

Sementara itu, pada pekan pertandingan Premier League mendatang, Arsenal ditantang oleh salah satu musuh terbesar mereka, Manchester United.

Copenhagen 1-1 Napoli

Copenhagen vs Napoli – Foto: Dok. UEFA

Disisi lain, Napoli, yang saat ini dilanda oleh krisis cedera, gagal membawa pulang hasil manis dari kunjungannya menuju stadion Parken.

I Partenopei menerima bantuan besar pada menit ke-35, ketika gelandang Copenhagen, Thomas Delaney, dihukum dengan kartu merah atas pelanggaran kerasnya terhadap Stanislav Lobotka.

  • Napoli, yang kini memiliki keunggulan jumlah pemain, langsung menempatkan dirinya di depan sang tuan rumah, setelah Scott McTominay menyambar tendangan sudut Eljif Elmar dengan sebuah sundulan sempurna. (39’)

Meskipun Copenhagen hanya memiliki 10 pemain di tengah lapangan, Napoli, yang juga bertarung dengan rasa kelelahan, tidak ingin mengambil risiko dan terus bermain dengan kewaspadaan hingga babak kedua.

Sayangnya, keunggulan Napoli di papan skor tetap dibatalkan oleh tim tuan rumah. Setelah Alessandro Buongiorno menjatuhkan Mohamed Elyounoussi di daerah terlarang, Napoli harus berhadapan dengan Copenhagen dalam situasi tendangan penalti.

  • Jordan Larsson maju menuju titik putih, dan pada awalnya, sang tamu bernafas lega ketika tembakannya ditangkis oleh Vanja Milinkovic-Savic.
  • Akan tetapi, bola masih aktif di depan gawang. Dalam sekilas mata, Larsson langsung menyambar bola tersebut dan tidak memberikan kesempatan bagi sang kiper untuk menghentikan cobaan keduanya. (72’)

Gol tersebut pada akhirnya menjadi catatan terakhir di papan skor dan pembawa maut yang memusnahkan peluang kemenangan Napoli.

Akibat kegagalan mereka untuk mengamankan tiga poin dari laga ini, Napoli kini hanya mampu mengamankan tiket babak 16 besar melalui laga play-off.

Hasil tersebut jelas mengundang kekecewaan dari pelatih Napoli, Antonio Conte.

“Kami benar-benar mengendalikan permainan, dengan 11 pemain melawan sepuluh, jadi meskipun Anda kekurangan pemain dan merasa kelelahan, Anda harus memenangkan pertandingan ini.” ucap Conte kepada Sky Sport Italia.

“Ini harus membuat kami kesal, karena jika tidak, itu berarti kami tidak ingin berkembang dan meningkatkan diri. Hasil imbang ini menyakitkan bagi saya.”

Ujian Napoli sayangnya tidak berhenti sampai disitu. Dalam laga berikutnya di Serie A, I Partenopei harus menjalani sebuah tantangan berat, dimana mereka akan bertarung menghadapi Juventus. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *