ASEAN DEFA: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Menghadapi Tantangan Regional dan Global dengan Inklusivitas dan Keberlanjutan

Jakarta – ASEAN telah menjadi salah satu pasar digital paling dinamis dan berkembang pesat di dunia, dengan nilai ekonomi digital mencapai USD263 miliar

Berdasarkan data gross merchandise value (GMV) pada tahun 2024. Indonesia, sebagai salah satu negara anggota ASEAN, telah menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu agenda utama Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

“Angka-angka ini menyoroti peluang dan keragaman pertumbuhan di seluruh Asia Tenggara.

Dan di sinilah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) menjadi krusial.

ASEAN DEFA mewakili komitmen kita untuk mewujudkan ekonomi digital hingga USD2 triliun pada tahun 2030, yang mendorong inovasi, inklusivitas, dan ketahanan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam The 14th ASEAN Digital Economy Framework Negotiating Committee Meeting.

Potensi Ekonomi Digital ASEAN

  •  Nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mencapai USD2 triliun pada 2030
  • Indonesia sendiri diprediksi akan memiliki nilai ekonomi digital sebesar USD110 miliar pada 2025 dan USD360 miliar pada 2030
  • Sektor e-commerce diperkirakan akan menyumbang USD150 miliar dari nilai tersebut

Tantangan dan Peluang

Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan ekonomi digital di ASEAN juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  • Pasar digital yang masih terfragmentasi
  • Perbedaan peraturan antar negara
  • Kebijakan data yang belum selaras
  • Banyak UKM yang belum dapat berekspansi ke luar batas negara asal

ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.

DEFA bertujuan untuk¹:

  • Mempercepat transformasi ekonomi digital ASEAN
  • Meningkatkan kerja sama dan harmonisasi regulasi lintas negara
  • Meningkatkan interoperabilitas sistem digital
  • Memberdayakan UMKM dan talenta digital

Perundingan DEFA telah mencapai kemajuan signifikan, dengan target penyelesaian keseluruhan draft perjanjian pada awal 2026 dan penandatanganan final pada kuartal ketiga 2026.

Dengan demikian, ASEAN dapat menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi digital global dan mencapai target USD2 triliun pada 2030. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *