Istanbul, Turki – Stadion Şukru Saracoglu dikenal sebagai “neraka” bagi tim tamu, namun bagi Unai Emery, ini adalah panggung sejarah.
Dalam pertandingan ke-100 miliknya di kompetisi Eropa, sang manajer asal Spanyol itu menyaksikan pasukannya, Aston Villa, membungkam riuh 50.000 pendukung Fenerbahçe dengan kemenangan tipis 1-0 yang sangat berkelas, pada Jumat (23/01/26) dinihari.
Gol tunggal Jadon Sancho, yang merupakan gol perdananya sejak berseragam The Villans, menjadi bukti bahwa Villa siap menjadi penantang serius di level benua.
Hasil ini melambungkan Villa ke posisi kedua klasemen, sekaligus melapangkan jalan menuju babak 16 besar.
Disiplin Baja di Atmosfer “Neraka”
Pertandingan dimulai dengan tekanan psikologis luar biasa dari pendukung tuan rumah di sisi Asia Istanbul.
Namun, Aston Villa bermain dengan disiplin taktik yang luar biasa. Kembalinya Tyrone Mings sebagai kapten setelah absen panjang sejak November, memberikan stabilitas instan di lini belakang.
- Momen kemenangan tercipta saat Matty Cash melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan.
- Bola sempat terbelokkan, namun Jadon Sancho dengan insting pemangsa menyambutnya dengan sundulan yang menaklukkan Ederson.
- Gol ini menjadi jawaban atas kepercayaan Emery yang menarik kembali Sancho ke dalam starting XI.
Tembok Terakhir Bizot
Memasuki babak kedua, Fenerbahçe yang diperkuat mantan pemain Villa, Jhon Duran, tampil menyerang habis-habisan. Di sinilah peran Marco Bizot menjadi kunci.
Menggantikan peran Emi Martinez yang absen, Bizot melakukan serangkaian penyelamatan akrobatik yang memaksa pemain bintang seperti Talisca gigit jari.

Atmosfer sempat memuncak ketika Kerem Akturkoglu menyamakan kedudukan di menit ke-75. Namun, setelah drama peninjauan VAR yang menegangkan, gol tersebut dianulir.
Villa yang bermain dengan komitmen penuh berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir, membuktikan bahwa strategi Emery benar-benar matang di laga ke-100-nya.
Keberhasilan Aston Villa menaklukkan Istanbul bukan hanya kerja keras pemain di lapangan, tapi juga berkat dukungan 2.000 suporter yang terbang langsung dari Birmingham.
Kini, Villa berdiri kokoh di puncak Eropa, siap menyambut tantangan terakhir di fase liga dengan kepercayaan diri yang membubung tinggi. (*)
Baca juga :





