Jakarta – Dominasi Timnas Futsal Indonesia di kancah internasional kembali terbukti.
Menghadapi Belanda dalam ajang Four Nations Tournament, skuad Garuda sukses menghancurkan perlawanan tim Eropa itu dengan skor telak 5-1 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Sabtu (20/09/25) malam.
Kemenangan fantastis ini bukan hanya mengukuhkan posisi Indonesia, tetapi juga memicu optimisme besar akan masa depan futsal Tanah Air.
Muhammad Syaifullah menjadi bintang utama dengan torehan hattrick-nya, yang dicetak pada menit ke-1, ke-17, dan ke-23.

Performa gemilang Syaifullah melengkapi gol-gol dari Firman Adriansyah (9’) dan Rizky Xavier (11’), membuat Tim Oranye tak berdaya.
Satu-satunya gol balasan Belanda dicetak oleh Abdessamad Attahiri pada menit ke-36.
“Luar Biasa, Tapi Belum Cukup”
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto tak menampik rasa puasnya, namun tetap mengingatkan tim untuk tidak berpuas diri.
“Tidak ada pelatih yang benar-benar puas sampai bisa juara dunia bersama tim nasional,” ujar Souto .
Ia menyoroti dedikasi para pemain yang hanya memiliki waktu singkat untuk latihan bersama, namun mampu menampilkan performa luar biasa.
“Pemain-pemain ini tiga, empat minggu lalu hanya latihan sendiri di gym, lalu hanya punya tujuh hari bersama timnas, tapi bisa tampil dengan performa seperti ini. Itu luar biasa.”
Meski progres tim berjalan positif, Souto menekankan pentingnya terus berkembang demi menghadapi turnamen besar seperti SEA Games dan Piala Asia Futsal.
“Secara keseluruhan saya puas, tapi belum cukup. Kalau mau tampil baik di turnamen besar, kita harus terus berkembang.”
Kekompakan Tim & Prospek Emas
Sementara itu mantan Pelatih Timnas Futsal Indonesia yang kini menjadi tokoh senior di dunia futsal, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, memuji penampilan apik skuad Garuda, meski tetap mengingatkan bahwa laga ini masih sebatas uji coba.
“Ya bagus, keren. Tapi sekali lagi, ini masih friendly. Jadi kita harus lihat nanti di Piala Asia sekuat apa kita,” kata Coach Justin.
Menurutnya, kekuatan utama tim ini terletak pada kekompakan. Mayoritas pemain yang sudah bermain bersama sejak 2019 telah menciptakan soliditas yang tak tergantikan.

“Ini kan skuad 2019, sekitar 82 persen. Dari 2019 sampai sekarang mereka sudah enam tahun main bareng. Makanya solid, kompak,” jelasnya.
Dengan materi pemain saat ini, Coach Justin sangat optimistis. Ia bahkan berani memprediksi Timnas Futsal Indonesia bisa meraih emas di SEA Games dan memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia 2028.
Namun, ia memberikan satu syarat kunci: komitmen federasi untuk mempertahankan Hector Souto.
“Kalau pelatihnya tetap Hector, Piala Asia 2026 bisa banget bersaing, dan target lolos ke Piala Dunia 2028 bukan hal mustahil,” tegasnya.
Ketika ditanya soal pemain yang paling menonjol, Coach Justin memberikan jawaban yang menarik. Ia menyebut tidak ada satu pun pemain yang paling superior, melainkan kekuatan kolektiflah yang menjadi inti permainan tim.
“Ngga ada yang paling menonjol, bagus semua. Bahkan Runtuboy yang biasanya main individu, sekarang main untuk tim. Itu indahnya timnas ini,” tutupnya, menegaskan bahwa kebersamaan dan kekompakan adalah senjata pamungkas skuad Garuda di lapangan.
Kemenangan ini menjadi bekal berharga bagi Timnas Futsal Indonesia menjelang laga penutup melawan Latvia pada Minggu (21/09/25), sambil terus memupuk harapan besar untuk meraih prestasi gemilang di kancah global.(VT)





