Bencana Debut Arbeloa: Titik Terendah Real Madrid Didepak Albacete Dari Piala Raja!

Copa Del Rey: Laga Terkelam di Albacete, Los Blancos Runtuh di Tangan Tim Kasta Kedua Dengan Skor 2-3

Albacete, Spanyol – “Gempa” mengguncang sepakbola Spanyol pada Kamis (15/01/26) dinihari, ketika raksasa Eropa, Real Madrid, secara mengejutkan didepak dari babak 16 besar Copa del Rey oleh tim divisi dua, Albacete.

Bertanding di Stadion Carlos Belmonte yang diselimuti kabut tebal, Los Blancos harus bertekuk lutut dengan skor 2-3 dalam laga yang menandai debut pahit pelatih baru mereka, Alvaro Arbeloa.

Kekalahan ini menjadi puncak dari pekan kacau Madrid setelah pemecatan Xabi Alonso.

Tanpa diperkuat bintang utama seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, Madrid yang menurunkan skuad pelapis justru terjebak dalam skenario “horor” yang diciptakan oleh kegigihan tuan rumah.

Bencana di Balik Kabut

Pertandingan dimulai dengan atmosfer yang sangat tidak bersahabat bagi bintang Real Madrid, Vinicius Jr.

Selain harus menghadapi kabut yang membatasi jarak pandang, sang penyerang Brasil ini terus menjadi sasaran ejekan rasis dan pengawalan berlapis dari pertahanan Albacete.

  • Kebuntuan pecah di menit ke-42 saat Javier Villar menyundul umpan sepak pojok yang membuat 17.000 suporter tuan rumah menggila.
  • Meski Franco Mastantuono sempat menyamakan kedudukan 1-1 sesaat sebelum jeda, Madrid tetap gagal menunjukkan wibawa mereka sebagai juara di babak kedua.

Menit Akhir Menghancurkan

Real Madrid sebenarnya mendominasi penguasaan bola, namun pertahanan lima bek disiplin Albacete terbukti menjadi labirin yang tak terpecahkan. Keadaan makin memburuk bagi tim tamu di penghujung laga.

  • Menit 82: Jefte Betancor melepaskan tembakan keras di tiang jauh yang membuat Albacete kembali memimpin 2-1.
  • Menit 91: Harapan Madrid sempat membumbung tinggi saat Gonzalo Garcia mencetak gol sundulan untuk mengubah skor menjadi 2-2.
  • Menit 94: Di tengah upaya Madrid mencari gol kemenangan, sebuah serangan balik kilat diselesaikan dengan penyelesaian kaki kanan mematikan oleh Betancor ke pojok atas gawang. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga peluit panjang.
Real Madrid vs Albacete – Foto: Dok. Real Madrid

Kegagalan ini meninggalkan luka mendalam di kubu Madrid. Kapten tim, Dani Carvajal, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara kepada awak media usai pertandingan.

“Kami sudah menyentuh titik terendah, kami disingkirkan oleh tim divisi dua. Anda harus berani menghadapi kenyataan saat kalah, dan kami para pemain adalah pihak yang paling bertanggung jawab,” tegas Carvajal dengan nada getir.

Debut Alvaro Arbeloa yang diharapkan menjadi awal kebangkitan, justru menjadi catatan hitam.

Keputusannya mengistirahatkan pemain kunci terbukti menjadi bumerang fatal, di hadapan tim yang tengah berjuang bertahan hidup di divisi bawah Spanyol tersebut.

Tersingkirnya Madrid dari Copa del Rey berarti satu peluang trofi telah melayang. Fokus kini beralih sepenuhnya ke La Liga dan Liga Champions untuk menyelamatkan musim yang kian tak menentu ini.

Sementara bagi Albacete, kemenangan ini akan tercatat dalam sejarah emas klub sebagai “Keajaiban di Balik Kabut” yang berhasil meruntuhkan salah satu klub terbesar di dunia.

Laga di Carlos Belmonte bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan peringatan keras bagi manajemen Real Madrid.

Di saat mereka mengira masa transisi akan berjalan mulus, tim papan bawah divisi dua justru memberikan pelajaran tentang kerendahan hati.

Bagi Madridista, kabut di Albacete mungkin akan segera hilang, namun bayang-bayang kegagalan ini akan menghantui sepanjang sisa musim 2026. (*)

Hasil lainnya Copa Del Rey :

  • Elche vs Real Betis: 1-2
  • Rayo Vallecano vs Deportivo Alaves: 0-2

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *