Rabat, Maroko – Super Eagles menunjukkan kelasnya sebagai calon kuat juara. Dalam laga perempat final AFCON 2025 yang berlangsung sengit, Nigeria sukses menundukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Bintang kemenangan kali ini tak lain adalah Victor Osimhen, yang tampil gemilang dengan catatan satu gol dan satu assist. Kemenangan ini memastikan langkah Nigeria ke babak semifinal untuk ke-16 kalinya dalam sejarah mereka.
Di fase empat besar nanti, pasukan Eric Sekou Chelle sudah ditunggu oleh tim tuan rumah, Maroko, dalam laga yang diprediksi akan menjadi “final dini” di Rabat.
Tembok Kokoh Bikin Frustrasi
Selama 45 menit pertama, stadion dipenuhi ketegangan. Aljazair menerapkan strategi compact midfield block yang sangat disiplin, memaksa Victor Osimhen dan Ademola Lookman bekerja ekstra keras mencari celah.
Meski Super Eagles mendominasi serangan, tim “Fennecs” (julukan Aljazair) sempat beberapa kali mengancam lewat transisi cepat. Namun, kiper Stanley Nwabali tampil tenang di bawah mistar.
Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan, meninggalkan tanda tanya besar bagi pendukung Nigeria.
Magis Osimhen & Akor Adams
Semua berubah tepat setelah jeda. Nigeria memulai babak kedua dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Hanya butuh dua menit bagi Super Eagles untuk memecah kebuntuan.
- Sundulan Maut (47′): Memanfaatkan umpan silang akurat Onyemaechi, Victor Osimhen melompat paling tinggi untuk menghujamkan bola ke gawang Aljazair. Ini adalah gol keempatnya di turnamen ini.
- Sentuhan Dingin (57′): Sepuluh menit kemudian, Osimhen berganti peran menjadi pelayan. Umpan terobosannya membebaskan Akor Adams yang dengan tenang mengecoh kiper Luca Zidane sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
- Setelah unggul 2-0, Nigeria bermain dewasa dengan menutup ruang gerak pemain Aljazair dan memperlambat tempo permainan hingga peluit akhir.

Victor Osimhen, yang dinobatkan sebagai Man of the Match, tetap rendah hati meski menjadi aktor utama.
“Kita tidak seharusnya fokus pada performa pribadi saya, tapi pada kerja keras tim. Saya selalu berusaha memperbaiki diri secara mental dan fisik untuk berkontribusi bagi kemenangan bangsa,” ujarnya usai laga dikutip dari Situs Resmi CAF.
Di sisi lain, Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic mengakui keunggulan lawan secara ksatria.
“Nigeria bermain lebih baik dan secara fisik kami tertinggal. Para pemain saya sangat terpukul, tapi kami harus tetap tegak,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Langkah Nigeria kini semakin berat namun menjanjikan, dimana mereka akan menantang Maroko pada laga semifinal.
Maroko mungkin memiliki dukungan suporter tuan rumah, namun sang Elang Afrika telah bersiap untuk mengangkasa menuju podium tertinggi. (*)
Baca juga :





