Glasgow, Skotlandia – Stadion Celtic Park yang biasanya angker berubah menjadi panggung sandiwara bagi VfB Stuttgart.
Dalam laga leg pertama play-off UEFA Europa League yang digelar Jumat (20/02/26) dinihari, wakil Jerman tersebut tampil luar biasa dengan melumat tuan rumah Celtic FC lewat skor telak 4-1.
Bintang muda asal Maroko, Bilal El Khannouss, menjadi aktor intelektual kemenangan Stuttgart dengan memborong dua gol.
Meskipun Celtic sempat mendapatkan harapan lewat gol penyama kedudukan Benjamin Nygren akibat blunder lini belakang lawan, dominasi anak asuh Sebastian Hoeneb tetap tak terbendung hingga peluit panjang dibunyikan.
Dominasi Awal & Respon Kilat
Skema taktis yang rapi diterapkan Stuttgart sejak awal, dan membuahkan hasil pada menit ke-15.
- Deniz Undav mengirimkan umpan manja yang diselesaikan dengan dingin oleh Bilal El Khannouss melalui tembakan rendah menyusur tanah.
- Namun, laga sempat memanas ketika Alexander Nubel melakukan operan berisiko, yang memicu gol balasan Celtic di menit ke-21 melalui Benjamin Nygren.
- Alih-alih goyah, Stuttgart justru menunjukkan mentalitas baja. Hanya butuh tujuh menit bagi Bilal El Khannouss untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan jarak dekat yang mematikan.
Skor 2-1 bagi Stuttgart bertahan hingga jeda, dan pasukan Sebastian Hoeneb mencatatkan penguasaan bola lebih dominan meski bermain di kandang lawan yang terkenal intimidatif.
Lengkapi Penderitaan Celtic
Memasuki babak kedua, Celtic mencoba tampil lebih menyerang demi mengejar defisit gol.
- Namun, sebuah “roket” jarak jauh dari Jamie Leweling pada menit ke-57 justru meruntuhkan mental juang anak asuh Brendan Rodgers. Skor 3-1 membuat Stuttgart semakin nyaman mendikte ritme permainan.
- Pesta gol tim tamu akhirnya ditutup dengan manis Tiago Tomas. Pemain pengganti ini sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Celtic di masa injury time (90+3′) untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Usai pertandingan, Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneb memuji efektivitas anak asuhnya yang selama ini sering menjadi masalah di laga tandang Eropa.
“Anak-anak tahu apa yang sedang diperjuangkan hari ini. Kami bermain sangat terkontrol dan menunjukkan penyelesaian akhir yang klinis. Ini adalah margin kemenangan yang sangat penting, tapi kami tidak akan membuat kesalahan dengan berpikir bahwa perjalanan sudah usai,” ujar Hoeneb dalam sesi konferensi pers dikutip dari Situs Resmi Stuttgart.
Senada dengan sang pelatih, sang Man of the Match, Bilal El Khannouss, menegaskan bahwa kepercayaan diri tim kini berada di level tertinggi jelang laga penentuan di Jerman.
Kemenangan besar ini menempatkan VfB Stuttgart dalam posisi yang sangat nyaman. Mereka kini mengantongi modal agregat 4-1 dan akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua.
Bagi Celtic, mengejar ketertinggalan tiga gol di Stuttgart merupakan misi yang nyaris mustahil jika melihat disiplinnya organisasi permainan lawan. (*)
Baca juga :





