Roma, Italia – Ada sesuatu yang magis tentang Stadio Olimpico di pertandingan Liga Europa. Di bawah lampu sorot stadion bersejarah itu pada Jumat (23/01/26) dinihari, seorang pahlawan baru lahir.
Niccolo Pisilli tampil memukau dengan memborong dua gol untuk membawa AS Roma menang 2-0 atas VfB Stuttgart, sekaligus melontarkan Giallorossi ke posisi enam besar klasemen fase liga.
Kemenangan ini menjadi pembeda nasib bagi kedua tim. Roma kini mengoleksi 15 poin dan hanya butuh satu langkah lagi menuju babak 16 besar.
Sebaliknya, Stuttgart yang awalnya percaya diri harus tertunduk lesu setelah merosot ke peringkat 12, membuat ambisi kualifikasi langsung mereka kini berada di ujung tanduk.
Dominasi Tanpa Gol
Laga dimulai dengan intensitas yang menguras napas. Stuttgart, yang dikenal dengan permainan operan pendeknya, sempat mendikte alur bola.
Namun, sepakbola bukan hanya soal siapa yang paling banyak menguasai bola, melainkan siapa yang paling mematikan di depan gawang.
Ketika lini pertahanan Roma ditekan, Mile Svilar berdiri kokoh seperti benteng tak tertembus. Ia mementahkan peluang Jamie Leweling dan Deniz Undav dengan refleks yang membuat para pemain Stuttgart frustrasi.
Kegemilangan Svilar di bawah mistar memberikan fondasi bagi Roma, untuk membangun serangan balik yang mematikan.

Dari Lini Tengah ke Hati Romanisti
Momen penentu terjadi pada menit ke-40. Matias Soule mengirimkan umpan terobosan yang seolah memiliki mata, melewati celah sempit bek Stuttgart.
- Niccolo Pisilli berlari menyambut bola dan melepaskan tembakan keras yang tak sanggup dijangkau Alexander Nubel.
- Babak kedua menjadi panggung bagi Stuttgart untuk menyerang habis-habisan, namun mereka justru kembali “diajari” cara menyelesaikan peluang.
- Di masa injury time (90+3′), Paulo Dybala menunjukkan kelasnya dengan mengirimkan umpan tarik mendatar yang diselesaikan dengan dingin oleh Niccolo Pisilli.
Skor 2-0 menutup laga yang sempurna bagi Serigala Ibu Kota. Sementara Pisilli mencetak gol pertamanya musim ini, dan langsung membukukan brace (dua gol).
Kemenangan ini menegaskan bahwa AS Roma tahu cara memenangkan laga-laga krusial di Eropa. Dengan satu pertandingan tersisa melawan Panathinaikos, Roma kini memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri.
Bagi Stuttgart, mereka harus segera membenahi ketajaman lini depan jika tidak ingin nasib mereka ditentukan melalui jalur play-off yang melelahkan.
Stuttgart kini terpaut 2 poin dari zona kualifikasi langsung (peringkat 8 besar). Di Olimpico, Roma tidak hanya memenangkan poin, mereka memenangkan rasa hormat. (*)
Baca juga :





