Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Prabowo Kirim Sinyal Kuat dari Timur Tengah

Perjalanan Kilat Presiden Prabowo ke Timur Tengah, Ungkap Solidaritas dan Strategi Diplomasi

Doha, Qatar — Presiden Prabowo Subianto melakukan perjalanan kilat ke Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), dan disambut langsung oleh para pemimpin negara tersebut di tengah ketegangan geopolitik yang memanas.

Kunjungan pertama Presiden Prabowo adalah ke Doha, Qatar, untuk bertemu langsung dengan Emir Qatar, Yang Mulia Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani.

Kunjungan ini, menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya adalah bentuk solidaritas langsung setelah serangan mengejutkan yang menimpa Doha.

“Presiden memutuskan untuk segera datang ke Qatar pasca-serangan Israel ke Doha,” kata Teddy. “Ini adalah bentuk solidaritas dan dukungan Indonesia secara langsung terhadap pemerintah dan rakyat Qatar.”

Presiden Prabowo bersama Emir Qatar, Yang Mulia Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani – Foto : Dok. BPMI Setpres

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Lusail, Doha Jumat (02/09/25), Presiden Prabowo menyampaikan simpati mendalam dan menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Qatar.

Prabowo juga menekankan pentingnya solidaritas internasional, untuk merespons agresi yang mengancam stabilitas kawasan.

Perkuat Hubungan Internasional

Dari Doha, Prabowo melanjutkan perjalanannya ke Abu Dhabi, UEA. Di sana, ia bertemu dengan Presiden PEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), dalam suasana yang penuh kehangatan.

Presiden Prabowo Bersama Presiden PEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) – Foto : Dok. BPMI Setpres

Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin membahas dinamika global, termasuk eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Mereka menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral.

“PEA berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia,” ujar Presiden MBZ.

Fokus utama dari kunjungan ini adalah diplomasi yang berlandaskan kemanusiaan dan perdamaian.

Presiden Prabowo mendorong suara kolektif dunia, agar lebih lantang menyerukan penghentian segala bentuk agresi yang merugikan warga sipil.

Ini sejalan dengan amanat UUD 1945, yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Kunjungan ini membuktikan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tidak hanya diam menyaksikan, melainkan aktif bergerak untuk menjadi bagian dari solusi.

Pertemuan-pertemuan ini menandai langkah konkret Indonesia untuk memperkuat posisi di kancah global, memainkan peran vital dalam menjaga stabilitas dan perdamaian.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *