Kab. Tangerang – Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan BSD City, sebuah kolaborasi strategis terjalin untuk memperkuat ekosistem inovasi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Melalui sebuah program akselerator riset, kawasan ini menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pusat hunian modern, tetapi juga sebagai laboratorium ide dan terobosan bagi masa depan Indonesia.
Acara yang bertema “Innovation Across Borders” ini sukses menarik perhatian 100 peserta, mulai dari para profesional riset hingga para startup inovatif, melalui program “Monash Velos Accelerator” dari Monash University Indonesia.
Monash Velos Accelerator, yang didukung penuh oleh Digital Hub Sinar Mas Land, bukanlah sekadar program akselerator biasa.
Ini adalah sebuah platform yang menjembatani kolaborasi antara peneliti, dokter, startup, investor, dan pembuat kebijakan.
Tujuannya satu: menciptakan inovasi yang berdampak nyata, mampu mengubah sistem layanan kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Program ini juga menjadi gerbang bagi industri untuk mengakses riset dan uji klinis dari Monash University serta mitra-mitra globalnya.
Monash University Indonesia Pro Vice-Chancellor & President, Professor Matthew Nicholson membagikan pandangannya tentang pentingnya kolaborasi.
“Program Monash Velos Accelerator merupakan wujud nyata komitmen Monash University Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung secara global, serta menjembatani dunia riset, industri, dan pendidikan,” ujar Nicholson.
Hal senada juga diungkapkan CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap.
“Inisiatif ini merupakan sarana bagi pengembangan komunitas. Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat di BSD City dan sekitarnya,” ungkap Irawan.

Kekuatan Kolaborasi & Visi Jangka Panjang
Kolaborasi ini akan memperkuat peran Digital Hub dalam kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ), BSD City, menjadikannya pusat pendidikan, teknologi, dan kesehatan bertaraf internasional.
Inisiatif ini sejalan dengan visi besar untuk membangun komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menciptakan solusi nyata.
CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap menyatakan bahwa, “Dukungan terhadap program Monash Velos Accelerator, merupakan komitmen Sinar Mas Land untuk menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan terobosan di bidang kesehatan, sekaligus mendorong pengembangan pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga di kancah global.”
Acara Monash Velos Accelerator dikemas dengan padat, menghadirkan para pakar terkemuka dari berbagai latar belakang. Rangkaian acara utamanya meliputi:
- Professor Stephen Nicholls (Monash University), dengan topik “Enabling Innovations Across Borders.”
- Abraham Auzan (Executive Director of Rabu Biru Foundation, Alumni Monash University), dengan topik “Innovation Success Across Borders”.
- Agustine Gunawan (Senior VP, Alodokter, Alumni Monash University), dengan topik “Health Tech Ventures: Challenges and Opportunities”.
Sementara sesi diskusi panel yang membahas berbagai topik strategis, dari tantangan dan peluang sektor health tech di Indonesia hingga potensi kolaborasi antar startup dan institusi riset global.
Professor Derek Chew (Monash University), Robby Hertanto (CEO Increase Laboratorium Indonesia), Charlie Hartono (AVPN Indonesia Country Director), Mulyawan Gani (Chief Transformation & Data Officer Sinar Mas Land), dan Adithia Kwee (Founder Kaiser Clinic) menjadi panelis dalam sesi ini.
Diskusi panel berfokus pada “Next 5 Years in Cardiovascular Disease (CVD) Innovations”, menyoroti tren inovasi kardiovaskular di kawasan Asia Pasifik.

Monash University Indonesia Pro Vice-Chancellor & President, Professor Matthew Nicholson menyatakan bahwa inovasi yang lahir dari kolaborasi berbagai keahlian, akan disatukan oleh tujuan yang sama.
“Melalui kerja sama dengan Sinar Mas Land dan jaringan riset global, kami mempersiapkan para pemimpin masa depan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadirkan solusi nyata di bidang kesehatan maupun sektor lainnya, demi kemajuan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.”
Dari Digital Hub ke Ekosistem Global
Semangat kolaborasi sejalan dengan upaya Sinar Mas Land yang sudah dimulai sejak 2016 melalui pengembangan Digital Hub di BSD City.
Awalnya, Digital Hub dikembangkan sebagai pusat inovasi yang mengintegrasikan ekosistem startup, perusahaan multinasional, institusi pendidikan, serta pelaku di bidang teknologi, kesehatan, dan pendidikan.
Kini, Digital Hub telah bertransformasi menjadi business enabler yang dirancang untuk mendukung investasi, baik dari pelaku lokal maupun internasional, di berbagai proyek Sinar Mas Land.
Lingkungan di sekitar Monash University Indonesia pun dirancang untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan karir, dikelilingi oleh pusat inovasi lainnya seperti Techpolitan.
Kolaborasi antara dunia pendidikan, riset, dan industri yang difasilitasi oleh program Monash Velos Accelerator di BSD City ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi tidak mengenal batas.
Ini adalah langkah maju yang menjanjikan, di mana gagasan-gagasan brilian dari ruang kelas dan laboratorium dapat diwujudkan menjadi solusi nyata yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara sektor swasta, institusi pendidikan global, dan para inovator muda, BSD City tengah membangun fondasi untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan maju, satu inovasi per satu. (*)
Baca juga :





