Cara Masuk SMA Unggul Garuda Presiden Prabowo

Jalur Beasiswa dan Reguler Kini Resmi Dibuka!

JakartaPresiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 pada 20 November 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda.

Langkah ini diambil sebagai komitmen besar pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) kelas wahid di bidang sains dan teknologi, guna memastikan Indonesia memiliki barisan pemuda yang siap bersaing di kancah global.

Menjawab Tantangan Lewat Tiga Pilar

Berdasarkan Salinan Perpres yang di rilis laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, dijelaskan bahwa Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda bukan sekadar membangun sekolah biasa.

Pemerintah merancang institusi ini sebagai “kawah candradimuka” bagi calon pemimpin bangsa. Strategi ini bertumpu pada tiga pilar utama yang sangat krusial:

  • Penyeimbang Akses: Memberikan kesempatan yang sama bagi anak bangsa dari berbagai latar belakang daerah dan status ekonomi untuk mencicipi pendidikan berkualitas tinggi.
  • Inkubator Pemimpin: Tidak hanya fokus pada angka di rapor, sekolah ini dirancang untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan masa depan.
  • Prestasi dan Pengabdian: Mendorong siswa mencapai puncak prestasi akademik namun tetap memiliki kerendahan hati untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Garuda Baru” dan “Transformasi”

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan mengelola dua model sekolah:

  1. SMA Unggul Garuda Baru Ini adalah sekolah yang dibangun dari nol oleh pemerintah pusat. Fokusnya sangat spesifik: mempersiapkan lulusan yang kompeten di bidang sains dan teknologi agar bisa menembus perguruan tinggi terbaik dunia.

Kurikulumnya pun spesial. Selain mengacu pada standar nasional, ada “kurikulum pengayaan” yang ditetapkan langsung oleh Menteri Diktisaintek.

Menariknya, seleksi masuk menggunakan jalur beasiswa dan reguler, dengan mempertimbangkan aspek geografis agar anak-anak dari pelosok Indonesia tetap memiliki peluang.

  1. SMA Unggul Garuda Transformasi Pemerintah tidak melupakan sekolah yang sudah ada. SMA atau Madrasah Aliyah (MA) milik pemerintah maupun masyarakat yang sudah terakreditasi A dan berprestasi, akan mendapatkan “sentuhan” pengayaan.

Mereka akan dilatih secara manajemen dan kompetensi guru agar standar kualitasnya setara dengan standar unggulan nasional.

“SMA Unggul Garuda adalah wujud inklusivitas pendidikan, di mana sains dan teknologi menjadi senjata utama bagi lulusannya untuk melanjutkan studi di kampus-kampus impian,” bunyi kutipan dalam Perpres tersebut.

Demi menjaga kualitas, Menteri Diktisaintek diamanatkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi setidaknya setiap enam bulan sekali. Laporan ini pun akan disampaikan langsung ke meja Presiden Prabowo Subianto.

Terkait biaya, operasional SMA Unggul Garuda dipastikan akan bersumber dari APBN. Namun, regulasi ini juga membuka pintu bagi sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku seperti dikutip dalam Salinan Perpres tersebut.

SMA Unggul Garuda bukan sekadar bangunan fisik dan tumpukan buku teks. Ia adalah simbol ambisi besar sebuah bangsa yang sadar bahwa kedaulatan di masa depan tidak lagi ditentukan oleh luas wilayah, melainkan oleh tajamnya pemikiran para generasi mudanya.

Dengan lahirnya sekolah ini, Indonesia sedang mengirimkan pesan tegas kepada dunia: bahwa dari tanah ini, akan lahir para ilmuwan, inovator, dan pemimpin yang siap mengguncang panggung dunia dengan ilmu pengetahuan.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *