Danantara Incar Rp13 T Triliun: Misi Rahasia Ubah Arah Ekonomi RI!

Kelola Aset Rp15.000 Triliun, Dana Abadi Negara Targetkan Return 10% dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8% pada 2029

JakartaDi tengah ambisi pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, sebuah langkah besar diambil oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Lembaga pengelola dana abadi negara ini menargetkan pendapatan Rp13 triliun dalam lima tahun ke depan.

Apa yang membuat target ini relevan dan realistis? CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan bahwa dasar perhitungannya mengacu pada realisasi investasi masuk ke Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, yang mencapai Rp9.100 triliun (data: BKPM, 2024).

Dengan kata lain, ada potensi besar yang sedang coba dikapitalisasi oleh Danantara.

Aset Jumbo Rp15.000 Triliun: Modal Besar untuk Perubahan

Saat ini, Danantara mengelola aset senilai lebih dari Rp15.000 triliun, yang bersumber dari kontribusi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana ini dihimpun dari pembagian dividen BUMN, lalu dikelola secara profesional untuk mendatangkan imbal hasil (return) yang optimal.

“Kita targetkan return minimal sekitar 10%. Dana ini harus bekerja dan memberikan keuntungan untuk negara,” Rosan Roeslani, CEO Danantara  kepada media  (16 Juni 2025).

Investasi Keluar Negeri dan Portofolio Global

Langkah strategis lain yang sedang dipersiapkan adalah diversifikasi portofolio investasi, termasuk menempatkan sekitar 20% dari dana yang dikelola ke luar negeri.

Bila digabungkan dengan investasi dalam negeri, total alokasi investasi bisa mencapai 35% dari total aset kelolaan, setara dengan US$185 miliar dalam lima tahun.

Langkah ini tidak hanya untuk mengejar return tinggi, tapi juga menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan tahan terhadap guncangan ekonomi domestik.

Target Ekonomi 8% pada 2029: Bisa Tercapai?

Menurut proyeksi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Indonesia perlu mengakselerasi pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja untuk bisa menyentuh angka pertumbuhan ekonomi 8% di tahun 2029.

“Dalam lima tahun ke depan, pertumbuhan yang diharapkan akan sangat signifikan agar kita bisa mencapai target ekonomi 8%,” Rosan Roeslani.

Investasi menjadi salah satu pilar utama yang menopang strategi ini baik dari sisi penyerapan tenaga kerja, perluasan sektor produktif, hingga mendorong nilai tambah di sektor-sektor unggulan seperti industri hijau, energi terbarukan, dan teknologi digital.

Fungsi Dana Abadi: Jaminan Masa Depan

Sebagai lembaga pengelola dana abadi, Danantara bukan hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga membangun stabilitas fiskal dan pembangunan jangka panjang.

Perannya mirip dengan sovereign wealth fund di negara-negara maju seperti Norway Government Pension Fund atau Temasek di Singapura.,Sehingga implikasinya bagi Rakyat dan Ekonomi adalah :

  • Lapangan Kerja Baru: Dana investasi akan diarahkan ke sektor-sektor padat karya dan industri baru.
  • Pertumbuhan UMKM: Dana abadi dapat memberikan pembiayaan alternatif berbasis investasi bagi pelaku UMKM.
  • Stabilitas Ekonomi: Return optimal dari aset negara akan membantu menjaga APBN tetap sehat tanpa harus menambah utang.

Dengan strategi yang terukur dan manajemen investasi profesional, Danantara berpotensi menjadi motor baru dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Target Rp13 triliun dalam lima tahun bukan sekadar angka melainkan bagian dari lompatan besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Investasi adalah salah satu ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan memperluas basis ekonomi,”— Rosan Roeslani (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *