Jakarta – Di sebuah ruangan megah di Balai Kota DKI Jakarta, sebuah tongkat estafet kepemimpinan diserahkan.
Suasana khidmat menyelimuti Balai Agung saat Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), secara resmi melantik dan mengukuhkan Mardani Bin Haji Nasir, atau yang akrab disapa Haji Beky Mardani, sebagai Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025-2030.
Prosesi ini turut disaksikan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, menandai babak baru bagi misi kemanusiaan di ibu kota.
Bagi warga Betawi, nama Bang Beky tak asing lagi. Konsistensinya dalam mengawal pelestarian budaya Betawi sudah teruji.
Namun, di balik kiprahnya itu, terbentang perjalanan panjang seorang pemimpin yang menempa dirinya di berbagai bidang.
Sejak menjadi aktivis mahasiswa, karier Beky terus menanjak, dari jurnalis televisi hingga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis.
Dari Jurnalis Hingga Penjaga Budaya
Perjalanan Haji Beky dimulai dari bangku kuliah sebagai aktivis. Ia memimpin Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) Komisariat Universitas Indonesia, lalu melangkah menjadi Ketua Umum KMB Pusat pada tahun 1992.
Setelah sempat bekerja di Laboratorium Sosiologi FISIP UI, ia berkarir sebagai jurnalis televisi di SCTV, memulai pada 1995 hingga dipercaya menjadi Koordinator Liputan Daerah.
Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis, Beky juga aktif di berbagai organisasi kebetawian. Ia terus mengamati dan menyumbangkan berbagai pemikiran.
Hal ini membuatnya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bamus Betawi, Anggota Forum Kajian Badan Pengelola Perkampungan Betawi Setu Babakan, hingga akhirnya didaulat sebagai Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).
Namun, kepeduliannya meluas melampaui sebatas budaya. Sebagai penduduk asli Jakarta, Haji Beky juga punya perhatian besar pada pembangunan kota, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun sumber daya manusia.
Hal ini mengantarkannya menjadi Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, di mana ia berupaya agar BUMD tersebut tak hanya mengejar profit, melainkan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tanggung Jawab Besar Organisasi Kemanusiaan

Kini, dengan segala pengalamannya, Haji Beky dipercaya memimpin PMI DKI Jakarta, organisasi kemanusiaan yang memiliki pengaruh besar.
“Ini tanggung jawab besar bagi saya, karena PMI adalah organisasi kemanusiaan luar biasa, bahkan eksistensinya sudah mendunia,” tegasnya.
Ia bertekad untuk memastikan PMI DKI Jakarta terus berpegang pada prinsip-prinsip kepalang-merahan dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Dukungan datang dari Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang menegaskan bahwa PMI adalah “garda depan dalam pelayanan kemanusiaan.” JK berharap PMI DKI Jakarta akan memberikan pelayanan optimal di ibukota yang kompleks.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga menyampaikan dukungannya dan menegaskan bahwa infrastruktur kesehatan Jakarta yang lengkap, termasuk 31 rumah sakit dan 311 puskesmas, bisa menjadi modal utama untuk kolaborasi yang lebih kuat.

Haji Beky Mardani, yang sebelumnya menjabat Ketua PMI Jakarta Barat, pun menyadari tantangan ini. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga pasokan darah yang vital di Jakarta.
Ia mengungkapkan bahwa setiap hari kota ini membutuhkan sekitar 1.000 hingga 2.000 kantong darah.
“Pendonor-pendonor datang dari berbagai kelompok masyarakat misal organisasi, komunitas, perusahaan bahkan juga kelompok-kelompok agama. Mereka-mereka inilah yang bersama-sama memasok kebutuhan darah Jakarta,” ujar Beky.
- Pasokan Aman: Berkat kontribusi ribuan masyarakat pendonor dari berbagai kalangan, stok darah Jakarta saat ini dalam kondisi aman.
- Peran Pemerintah: Pemprov DKI Jakarta turut menjamin keamanan darah dengan menyediakan fasilitas laboratorium untuk mencegah penularan penyakit.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi, komunitas, perusahaan, dan kelompok agama, yang menjadi tulang punggung dalam memasok kebutuhan darah.
Kisah kepemimpinan Haji Beky di PMI DKI Jakarta kini telah dimulai. Dengan visi yang jelas dan rekam jejak yang mumpuni, ia bertekad membawa PMI menjadi jantung kemanusiaan yang berdetak lebih kencang untuk seluruh warga ibukota, memastikan setiap tangan yang membutuhkan mendapat uluran pertolongan.
Baca juga :





