Barcelona, Spanyol – Spotify Camp Nou menjadi saksi sebuah fenomena unik. Di tengah guyuran hujan deras yang berubah menjadi badai es ekstrem, FC Barcelona berhasil menjinakkan perlawanan alot Real Oviedo dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini memastikan armada Hansi Flick tetap bertakhta di puncak klasemen La Liga, menjaga jarak aman satu poin dari kejaran Real Madrid.
Pertandingan ini bak sebuah drama dua babak. Setelah kesulitan membongkar pertahanan gerendel Oviedo di paruh pertama, Blaugrana mengamuk di babak kedua lewat gol Dani Olmo, Raphinha, dan Lamine Yamal, tepat saat alam mulai menunjukkan amukannya.
Kebuntuan Pecah di Tengah Hujan
Babak pertama sempat membuat publik Catalan tegang. Meski mendominasi bola, Barça justru kalah efektif dalam urusan tembakan dibandingkan Oviedo asuhan Guillermo Almada.
Namun, usai jeda turun minum, Hansi Flick seolah memiliki “tongkat sihir” di ruang ganti. El Barca angsung tancap gas.
- Memasuki menit ke-52, kesalahan sapuan lini belakang Oviedo dimanfaatkan dengan cerdik oleh Dani Olmo untuk membuka keunggulan.
- Hanya berselang lima menit, giliran Raphinha yang menunjukkan kelasnya dengan gol cungkil cerdik setelah memanfaatkan blunder fatal bek lawan, David Costas. Skor 2-0 seketika mengubah atmosfer stadion menjadi pesta.
- Di tengah hujan yang kian menderu, Lamine Yamal menyambut umpan lambung Dani Olmo dan menjadi gol penutup sebelum badai es benar-benar menyelimuti stadion.

Laga dengan skor 3-0 itu diakhiri di bawah badai es torrential, petir, dan guntur yang mencekam.
“Hal terpenting adalah gol pertama, karena setelah itu kami bisa memainkan gaya kami sendiri,” ujar Hansi Flick pasca-laga dikutip dari Situs Resmi Barcelona.
Flick juga memberikan kredit khusus bagi Eric Garcia dan Dani Olmo yang menurutnya menjadi kunci stabilitas tim di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.
Barcelona mengakhiri laga dengan kondisi basah kuyup namun hati yang hangat. Kemenangan ini menjadi modal krusial sebelum mereka terbang menghadapi Copenhagen di Liga Champions.
Meski sempat kesulitan di awal, Barça membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim yang jago di bawah sinar matahari, tapi juga mampu menaklukkan badai es demi menjaga martabat di puncak takhta Spanyol. (*)
Baca juga :





