Muscat – Dua warga negara asing dilaporkan tewas setelah serangan pesawat tak berawak (drone) menghantam Provinsi Sohar, Oman, pada Jumat (13/3/2026) pagi waktu setempat.
Insiden ini menandai meluasnya dampak ketegangan regional yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah.
Menurut laporan kantor berita resmi Oman yang mengutip sumber keamanan, salah satu drone menghantam Kawasan Industri al-Awahi.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah orang lainnya luka-luka. Sementara itu, satu unit drone lainnya jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan kerusakan berarti.
“Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini,” tulis pernyataan resmi pemerintah Oman.
Gangguan Infrastruktur Energi
Serangan di Sohar terjadi hanya berselang dua hari setelah media pemerintah melaporkan adanya serangan serupa yang menargetkan tangki bahan bakar di pelabuhan Salalah pada hari Rabu (11/3/2026). Meski demikian, Teheran secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam operasi tersebut.
Pejabat Kementerian Energi Oman menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada gangguan terhadap kontinuitas pasokan minyak maupun distribusi turunan minyak bumi di dalam negeri.
Namun, perusahaan keamanan maritim swasta, Vanguard Tech, melaporkan bahwa operasional pelabuhan sempat dihentikan sementara setelah serangan di bagian selatan fasilitas tersebut.
Di saat yang hampir bersamaan, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa pasukan mereka berhasil mencegat sebuah “drone musuh” yang mencoba mendekati Distrik Diplomatik di Riyadh, kawasan yang menjadi pusat kedutaan besar negara-negara asing.
Juru bicara kementerian mengungkapkan bahwa unit pertahanan udara telah melumpuhkan total delapan drone tambahan yang tersebar di wilayah tengah, timur, serta gubernuran al-Kharj.
“Pasukan pertahanan udara berhasil menghancurkan total 14 unit drone dalam gelombang serangan yang terdeteksi sejak pagi hari,” lapor kementerian melalui platform media sosial X.
Dampak dari intersepsi udara ini juga dirasakan di Uni Emirat Arab. Di Dubai, sisa-sisa puing drone dilaporkan jatuh dan mengenai fasad sebuah bangunan di pusat kota. Kantor Media Dubai mengonfirmasi tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Konteks Eskalasi Regional
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat drastis sejak akhir Februari, menyusul operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Otoritas Teheran mengklaim serangan tersebut telah menyebabkan sekitar 1.300 orang tewas.
Sebagai bentuk balasan, Teheran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Di sisi lain, Lebanon juga terus menghadapi situasi kritis akibat bombardemen intensif yang sejauh ini telah menewaskan hampir 700 orang.(NR)





