Dua Kabar Penting dari Istana: Kekosongan BUMN dan Reformasi Komunikasi Istana

Menanti Sosok Pengganti Erick Thohir, Pemerintah Resmikan Lembaga Baru Untuk Perkuat Komunikasi

Jakarta – Setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), spekulasi tentang siapa yang akan mengisi kursi kosong di Kementerian BUMN langsung mencuat ke permukaan.

Jabatan strategis yang ditinggalkan Erick Thohir kini menjadi teka-teki, dan tiga nama wakil menteri disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.

Peralihan tugas Erick Thohir menjadi Menpora secara mendadak memang menimbulkan kekosongan di pucuk pimpinan Kementerian BUMN.

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan kekosongan ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih menyeleksi figur yang paling tepat, untuk memimpin kementerian dengan aset triliunan rupiah tersebut.

“Menteri BUMN definitif memang belum ditunjuk karena kita masih mencari sosok, dengan berpindahnya tugas kepada Bapak Erick Thohir ke Kemenpora,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Negara.

Meski belum ada keputusan resmi, Prasetyo mengisyaratkan bahwa pelaksana tugas (Plt) Menteri BUMN kemungkinan besar akan diisi oleh salah satu dari jajaran wakil menteri yang ada saat ini.

“Kemungkinan dari wamen,” ujarnya singkat.

Tiga nama wakil menteri yang dianggap memiliki kans besar adalah Kartika Wirjoatmodjo (Tiko), Dony Oskaria, dan Aminuddin Ma’ruf.

Ketiganya dianggap sudah memahami betul seluk-beluk BUMN. Namun, Mensesneg kembali menekankan bahwa keputusan final masih di tangan Presiden.

“Belum, belum, saya belum tandatangan,” kata Prasetyo, seraya menambahkan bahwa proses penetapan masih berjalan.

Respon Santai Mantan Menteri

Sebelumnya, mantan Menteri BUMN Erick Thohir sendiri enggan berspekulasi tentang siapa penggantinya. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Presiden.

“Kalau BUMN sendiri kan sudah pasti ada Plt-nya, nanti tunggu keputusan presiden, Pak Mensesneg nanti,” tutur Erick.

Ketika ditanya apakah wakil menteri BUMN yang akan menggantikan posisinya, Erick mengaku tidak tahu.

“Wah saya enggak tahu. Saya tidak tahu. Itu hak prerogatif presiden,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Mensesneg Prasetyo Hadi juga mengklarifikasi terkait pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah yang kini dipimpin Angga Raka Prabowo.

Ia menegaskan bahwa lembaga ini bukanlah badan baru, melainkan hasil transformasi dari Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Pembaruan demi komunikasi lebih baik ini dilakukan, setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja komunikasi publik.

Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan dan menyelaraskan pesan pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah.

“Ini bukan membentuk badan baru, tetapi transformasi dari PCO menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. Setelah dievaluasi, kami menilai perlu ada perbaikan komunikasi, tidak hanya mewakili kantor kepresidenan, tapi juga secara lebih luas,” jelas Prasetyo.

Pras juga menegaskan, tugas dan fungsi PCO kini dialihkan secara resmi ke Badan Komunikasi Pemerintah melalui Keputusan Presiden. Seluruh tim PCO juga akan bergabung dengan badan baru ini. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *