Washington D.C. – Di bawah sorot lampu ruang sidang perdana Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026), Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap rencana 20 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina.
Sebagai langkah konkret, Indonesia berkomitmen mengirimkan hingga 8.000 personel pasukan penjaga perdamaian guna memastikan stabilitas dan gencatan senjata berjalan efektif di wilayah tersebut.
Komitmen Total untuk Perdamaian Palestina
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah mempelajari secara mendalam draf perdamaian yang diinisiasi oleh Trump.
Tanpa ragu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa visi tersebut sejalan dengan upaya Indonesia dalam mewujudkan solusi permanen bagi Palestina.

“Sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace). Kami berkomitmen untuk menyukseskannya,” tegas Presiden Prabowo di depan para pemimpin dunia dikutip Siaran Langsung Youtube Sekretariat Presiden
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah kesiapan Indonesia untuk mengambil peran militer non-tempur. Indonesia tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga kekuatan fisik di lapangan melalui International Stabilization Force (ISF).
Beberapa komitmen Indonesia meliputi:
- Jumlah Personel: Indonesia menyiapkan 5.000 hingga 8.000 personel TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian.
- Fleksibilitas: Presiden Prabowo menyatakan jumlah tersebut bisa bertambah jika situasi di lapangan membutuhkan dukungan lebih besar.
- Tujuan Utama: Memastikan gencatan senjata berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi warga sipil di Gaza.
- Kepemimpinan Global: Indonesia menjadi salah satu kontributor pasukan terbesar dalam misi stabilitas internasional ini.
Pujian Trump untuk Prabowo
Suasana forum sempat menghangat saat Presiden Donald Trump memberikan apresiasi khusus kepada Indonesia.
Di mata Trump, posisi Indonesia bukan sekadar partisipan, melainkan pilar penting dalam arsitektur perdamaian baru di Timur Tengah.
Trump secara terbuka memuji karakter kepemimpinan Prabowo Subianto. Sambil menunjuk ke arah Presiden RI, Trump melontarkan kalimat yang memancing perhatian peserta forum.

“Lihat dia (Prabowo), lihat betapa tangguhnya dia. Menurutmu mudah berurusan dengannya? Dia orang yang tangguh, dan kita butuh kekuatan. Dia tangguh, dia cerdas, dan kecerdasan itu lebih penting,” ujar Trump yang disambut hangat oleh delegasi yang hadir.
Optimisme di Tengah Tantangan Besar
Meski menyadari jalur menuju perdamaian Palestina tidak akan mudah, Presiden Prabowo tetap optimistis. Ia meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi internasional melalui BoP, impian solusi dua negara yang damai bisa tercapai.
“Kami menyadari akan ada banyak hambatan dan kesulitan. Namun, kami sangat optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Trump, visi perdamaian yang nyata ini akan tercapai,” pungkas Presiden Prabowo.(NR)





