La Plata, Argentina – Estudiantes de La Plata gagal memanfaatkan peluang emas di kandang sendiri. Dalam pertandingan yang penuh drama di Stadion UNO.
Estudiantes hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Barracas Central, dan hasil ini memaksa El Pincha turun dari puncak klasemen Torneo Clausura.
Gol pembuka Guido Carrillo seakan menjadi jaminan kemenangan bagi Estudiantes. Namun Barracas Central berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di awal babak kedua.
Yang lebih menyakitkan, hasil imbang ini diwarnai oleh keputusan wasit yang kontroversial, termasuk dua gol Estudiantes yang dianulir dan klaim pelanggaran sebelum gol penyama Barracas.
Dominasi Estudiantes Diredam Dinding Barracas
Estudiantes datang ke La Plata dengan misi ganda: bangkit dari hasil imbang melawan Newell’s Old Boys dan mengukuhkan posisi puncak. Estudiantes membuka keunggulan melalui striker veteran, Guido Carrillo.
- Menit ke-33: Setelah memanfaatkan bola liar di depan kotak penalti, Guido Carrillo melepaskan tembakan terukur yang menaklukkan kiper Barracas, Marcos Ledesma.
- Namun, di babak kedua, The Guapo, julukan Barracas Central, segera menyamakan kedudukan. Jhonatan Candia mencetak gol, meskipun gol ini memicu protes keras dari pemain Estudiantes.
- Gol Candia terjadi setelah adanya dugaan pelanggaran terhadap pemain Estudiantes, yang luput dari pantauan wasit.
- Selain itu, Estudiantes dua kali dianulir golnya karena offside yang sangat tipis, termasuk gol dari Tiago Palacios.
Menghadapi Barracas Central, tim yang dikenal disiplin dalam bertahan, El Pincha tampil dominan dengan 63% penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan berbanding 9 milik lawan.
Kekecewaan atas hilangnya dua poin dan kontroversi wasit, membuat sang pelatih, Eduardo Dominguez, meluapkan kesedihan mendalamnya dalam konferensi pers yang emosional.
Pelatih Estudiantes, Eduardo Dominguez, secara terbuka menyampaikan kesedihannya usai laga.
“Saya sedikit memberi tahu wasit: dia tenang, dia tidur nyenyak, karena saya sangat sedih. Dan saya masih sedih,” kata Dominguez. Meski kecewa, Dominguez menegaskan komitmennya untuk berjuang dari dalam.
“Saya memilih negara saya. Saya mencintai negara saya. Saya akan kembali lebih keras kepala, lebih keras kepala, dan memilih untuk berubah dari dalam,” tambah Dominguez dikutip dari Situs Resmi Estudiantes.
Estudiantes memiliki jeda panjang ke depan, yang akan dimanfaatkan Dominguez untuk perbaikan.
Hasil imbang 1-1 ini membuat Estudiantes kehilangan posisi teratas, dan kini harus berjuang keras di sisa musim untuk mengamankan tempat di playoff Turnamen Clausura, dan tiket ke Copa Sudamericana 2026.
Barracas Central, di sisi lain, mendapat keuntungan besar dari satu poin ini untuk mempertahankan posisinya di zona kualifikasi kontinental. (*)
Baca juga :





