FIFA dan ASEAN Beri Jalan Pintas, Janjikan Perubahan Hidup Anak Muda Pedesaan

MoU Terbaru Meluas: Selain Integritas, Kini Fokus ke Isu Gender dan Infrastruktur Tahan Iklim

Kuala Lumpur, Malaysia – Sebuah harapan baru membentang bagi jutaan anak muda di Asia Tenggara.

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan ASEAN secara resmi memperbarui Memorandum Saling Pengertian (MoU), sebuah langkah yang menjanjikan lebih dari sekadar pengembangan olahraga.

Penandatanganan yang dilakukan di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) ini memfokuskan kemitraan pada satu titik krusial, yaitu mengangkat bakat tersembunyi dari segmen masyarakat yang paling terpinggirkan.

Inti dari kesepakatan ini adalah penggunaan sepakbola, olahraga paling populer di kawasan berpenduduk hampir 700 juta jiwa, sebagai alat pemberdayaan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn.

Momen penting ini disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim yang menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025.

Sekjen ASEAN, Kao Kim Hourn, PM Malaysia, Anwar Ibrahim (tengah), & Presiden FIFA, Gianni Infantino usai penandatanganan (MoU) ASEAN-FIFA – Foto: Dok. Reuters (Edgar Su)

Prioritas Utama ASEAN

Dalam sambutannya, PM Anwar Ibrahim menekankan bahwa kemitraan ini merupakan cerminan visi bersama para pemimpin ASEAN.

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan dari lapisan masyarakat paling bawah.

“Merupakan prioritas ASEAN untuk membangun inti pemimpin baru, memberikan mereka eksposur dan pelatihan,” ujar Anwar.

Pernyataan PM Anwar menyiratkan manfaat nyata yang akan mengalir langsung kepada mereka yang paling membutuhkan. Ini adalah pengakuan bahwa potensi besar seringkali terpendam karena keterbatasan akses.

“Anda (FIFA) memiliki keahlian dan pengalaman, dan membagikannya kepada generasi muda, khususnya mereka dari segmen masyarakat yang lebih miskin,” ujar Anwat dikutip dari Kantor Berita Malaysia Bernama.

Pemuda perkotaan, dan mereka yang berada di daerah pedesaan dan terpencil, memungkinkan mereka menerima dorongan, keuntungan, dan dukungan yang sama,” tegas Anwar, memberikan penekanan pada aspek kesetaraan.

Perpanjangan kemitraan ini bukan yang pertama. Berawal dari perjanjian lima tahun pada 2019, yang diperluas pada 2023, MoU terbaru ini kini melampaui fokus awal pada integritas olahraga dan pemberantasan pengaturan pertandingan (match manipulation).

Kini, inisiatif tersebut semakin komprehensif, mencakup dua pilar penting global:

  • Kesetaraan Gender: Program yang dirancang untuk memastikan perempuan dan anak perempuan mendapat kesempatan yang sama dalam sepak bola.
  • Perubahan Iklim: Inisiatif mencakup pengembangan infrastruktur sepak bola yang tahan iklim dan program olahraga yang aman dari dampak perubahan iklim.

MoU yang diperbarui ini diharapkan menjadi peta jalan bagi ASEAN untuk mengintegrasikan sepak bola ke dalam agenda pembangunan sosial-ekonomi yang lebih luas, memanfaatkan pengalaman global FIFA. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *