Friderica Widyasari, Nahkoda Baru Stabilitas Keuangan OJK

Mengenal Visi Kiki Perkuat Perlindungan Konsumen

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner. Keputusan strategis ini berlaku efektif mulai 31 Januari 2026.

Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan kepemimpinan pasca pengunduran diri Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara.

Penunjukan Friderica menjadi kunci penting untuk menjaga roda pengawasan sektor jasa keuangan tetap berputar stabil di masa transisi.

Foto: Dok. Instagram@ fridericawidyasari

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan bahwa proses pergantian ini telah melewati mekanisme internal yang sah. OJK berkomitmen agar dinamika pasar global tidak mengganggu fungsi pengawasan domestik.

“Langkah ini menjamin kelancaran tugas pengawasan sektor jasa keuangan. Prioritas utama kami adalah memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga,” ungkap Ismail dalam keterangan resminya dihadapan Media.

OJK kini tengah melakukan penajaman agenda strategis. Fokusnya adalah merespons perkembangan terkini di sektor keuangan secara lebih lincah dan optimal.

Foto: Dok. Instagram@ fridericawidyasari

Transformasi dari Aktris ke Teknokrat

Sosok yang akrab disapa Kiki Widyasari ini memiliki perjalanan karier yang inspiratif. Publik mungkin mengingatnya sebagai bintang seni peran di era 1990-an, namun dedikasinya di dunia ekonomi mengubah arah hidupnya menjadi salah satu teknokrat keuangan paling disegani.

Istri dari Kepala BNPT, Eddy Hartono, ini memiliki rekam jejak panjang di jantung pasar modal Indonesia. Berikut perjalanan karier Friderica:

  • Pilar Bursa Efek: Menghabiskan satu dekade di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga menjabat Direktur Pengembangan (2009–2015).
  • Pemimpin Infrastruktur SRO: Menahkodai PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Utama (2016–2019).
  • Sektor Investasi: Memimpin BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama (2020–2022) sebelum bergabung ke Dewan Komisioner OJK.

Kapasitas Friderica didukung oleh latar belakang pendidikan yang kuat. Setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM), ia meraih gelar MBA dari California State University, Amerika Serikat. Tak berhenti di sana, ia menyabet gelar Doktor kepemimpinan dari UGM dengan predikat cumlaude.

Selain mengemban amanah baru di puncak pimpinan OJK, Friderica tetap aktif memimpin Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC).(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *