Kamchatka, Rusia – Gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter menghantam kawasan lepas pantai Semenanjung Kamchatka, memicu peringatan tsunami luas untuk Rusia, Jepang, hingga negara-negara sekitar Pasifik.
Gempa tersebut terjadi sekitar 136 kilometer sebelah timur Kota Petropavlovsk-Kamchatsky, wilayah rawan gempa di lengkungan geologi Kuril-Kamchatka Arc, menurut United States Geological Survey (USGS).
Lembaga itu juga mengungkapkan bahwa gempa besar yang terjadi hari ini kemungkinan merupakan gempa utama (mainshock) setelah gempa pendahulu magnitudo 7,4 yang terjadi pada 20 Juli lalu.
“Ini bukan hanya satu gelombang. Tsunami sering datang berkali-kali, dan gelombang kedua bisa jauh lebih besar,” peringatan resmi dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam konferensi pers, Rabu(30/0725).
Gelombang Mencapai Jepang, Warga Diminta Mengungsi
Gelombang pertama telah menghantam Pelabuhan Hanasaki, Hokkaido, Jepang bagian utara, dengan ketinggian sekitar 30 cm, menurut laporan NHK World Japan.
Walaupun terlihat kecil, pakar memperingatkan bahwa gelombang tsunami jauh lebih kuat dibanding ombak biasa.
“Gelombang 50 cm bisa menghasilkan tekanan setara 200 kilogram cukup untuk menjatuhkan orang dewasa,” ujar Koji Nakamura, Analis Geologi Jepang, dikutip dari wawancara di TV Tokyo.
Tak lama setelah itu, peringatan tsunami dikeluarkan oleh JMA, meliputi wilayah dari Hokkaido hingga Wakayama. Masyarakat diimbau meninggalkan daerah pantai dan sungai, serta menuju dataran tinggi.
Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) juga telah mengeluarkan “tsunami watch” untuk negara bagian Hawaii, memperkirakan dampaknya akan terasa di seluruh Samudra Pasifik, meskipun belum ada peringatan resmi untuk evakuasi di sana.
Wilayah Rentan, Sejarah Berulang ?
Kawasan Kuril-Kamchatka merupakan salah satu zona paling aktif secara seismik di dunia. Dalam satu abad terakhir, setidaknya 31 gempa besar berkekuatan 6,5 SR atau lebih telah tercatat dalam radius 250 kilometer dari lokasi gempa hari ini, menurut USGS.
Menariknya, epicentrum gempa kali ini hanya berjarak 45 km dari pusat gempa besar tahun 1952, yang memicu tsunami raksasa setinggi 9,1 meter di Hawaii.
Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa saat itu, potensi dampaknya tetap luas dan mengkhawatirkan.
“Kami belajar dari sejarah bahwa Kamchatka bukan hanya zona gempa, tapi pemicu tsunami lintas benua,” kata Dr. Natalia Voronina, Pakar Seismologi dari Moskow Institute of Geophysics.
Peringatan Tetap Aktif, Siaga Sepanjang Hari
JMA memperkirakan gelombang bisa terus berdatangan hingga pukul 14.00 waktu setempat, dan memperingatkan bahwa gelombang besar sering kali datang belakangan, setelah gelombang pertama.
Oleh karena itu, warga di wilayah terdampak diminta tidak kembali ke rumah sebelum peringatan resmi dicabut.
Sementara itu, belum ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa, namun pemerintah Jepang dan Rusia telah menyiagakan tim SAR dan layanan darurat, serta meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. (YA)





