Roma, Italia – Stadion Olimpico menjadi saksi bisu sebuah drama kolosal, yang mencampuradukkan kegembiraan luar biasa dan rasa sakit yang mendalam.
Dalam laga babak 16 besar Coppa Italia yang berlangsung dramatis pada Rabu (14/01/26) dinihari, AS Roma dipaksa menyerah 2-3 dari Torino.
Kekalahan ini terasa menyesakkan karena Giallorossi sempat menyamakan kedudukan melalui aksi heroik pemain remaja mereka, sebelum sebuah blunder di menit berdarah menghancurkan segalanya.
Torino sukses mencuri kemenangan lewat gol-gol Che Adams (2 gol) dan Emirhan Ilkhan, sementara Roma membalas lewat Mario Hermoso dan Antonio Arena.
Rotasi Berisiko
Memasuki laga tengah pekan ini, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengambil langkah berani dengan melakukan rotasi besar-besaran.
- Nama-nama seperti Zeki Celik dan bek muda Jan Ziolkowski dipercaya mengawal lini belakang. Di depan, trio Matias Soule, Stephan El Shaarawy, dan Leon Bailey dipasang untuk menggedor pertahanan lawan.
- Namun, Torino yang datang dengan misi balas dendam setelah kekalahan dari Atalanta di Serie A, tampil lebih klinis.
- Che Adams menjadi momok bagi pertahanan Roma. Penyerang asal Skotlandia itu membuka keunggulan di menit ke-35 lewat tembakan jarak jauh yang sempat membentur bek Roma, membuat kiper Mile Svilar tak berdaya.
Keajaiban 30 Detik
Babak kedua menjadi panggung rollercoaster emosi.

- Baru 30 detik laga berjalan setelah jeda, pemain pengganti Mario Hermoso langsung mencetak gol penyeimbang lewat skema serangan balik cepat.
- Namun, Torino kembali unggul lewat gol kedua Che Adams di menit ke-52.
- Di sinilah storytelling sepakbola mencapai puncaknya. Gasperini memasukkan Antonio Arena, bocah ajaib berusia 16 tahun, untuk menjalani debut profesionalnya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah sejarah.
- Hanya butuh satu sentuhan bagi Antonio Arena untuk mencatatkan namanya di buku rekor Roma. Lewat sundulan akurat di menit ke-81, ia mencetak gol pada sentuhan pertamanya sebagai pemain senior.
- Saat laga tampak akan berlanjut ke babak adu penalti, tragedi menimpa Roma. Di menit ke-90, sebuah sepak pojok dari Torino gagal ditangkap dengan sempurna oleh Mile Svilar. Bola liar jatuh ke kaki Emirhan Ilkhan yang tanpa ampun mencocor bola dari jarak dekat.
Gol tersebut mengakhiri perjalanan Roma di Coppa Italia musim ini secara prematur dengan kekalahan 2-3.
Bagi Torino, kemenangan ini adalah tiket emas untuk menantang Inter Milan di babak perempat final, yang dijadwalkan pada awal Februari mendatang.
Sepakbola selalu punya cara untuk menjadi kejam. Laga yang seharusnya menjadi pesta bagi Antonio Arena, sang debutan ajaib, justru berubah menjadi kelabu akibat hilangnya konsentrasi di detik-detik terakhir. (*)
Baca juga :





