Paris,Prancis – Kisah ini berawal dari tuduhan liar yang menyebar bak api di padang rumput digital.Brigitte Macron, Ibu Negara Prancis, dituding sebagai seorang pria oleh influencer konservatif asal Amerika Serikat, Candace Owens
. Sebuah klaim yang tak hanya absurd, tapi juga memicu badai hukum yang kini mengancam dompet Owens.
Bayangkan, selama setahun penuh, pengacara keluarga Macron telah mencoba segala cara untuk meredakan gelombang kebohongan ini.Namun, alih-alih merespons dengan itikad baik, Owens justru memilih jalan ejekan dan cemoohan.
“Cukup sudah, saatnya meminta pertanggungjawaban,” tegas Tom Clare, pengacara keluarga Macron, dalam sebuah wawancara dengan CNN.
Gugatan pencemaran nama baik yang diajukan di pengadilan Delaware pada Rabu(23/7), menurut Clare, adalah pilihan terakhir yang sangat terpaksa.
” Ini bukan sekadar pertarungan hukum biasa; ini adalah pertarungan untuk kebenaran dan martabat.“tambah Tom
Detail Tuntutan dan Fakta yang Terungkap:
Tuntutan Ganti Rugi “Substansial”:Keluarga Macron menuntut ganti rugi yang “substansial” dari Candace Owens. Angka pastinya akan diajukan saat persidangan, namun Clare mengisyaratkan bahwa jika Owens terus bergeming dengan klaimnya, nilai ganti rugi akan “sangat besar.” Ini adalah pesan keras bahwa fitnah memiliki konsekuensi finansial yang serius.
Bukti Tak Terbantahkan: Gugatan setebal 219 halaman terhadap Owens berisi “bukti ekstensif” yang menunjukkan bahwa Brigitte Macron “terlahir sebagai seorang wanita, dia selalu menjadi seorang wanita.” Kutip AP News
Ini adalah upaya untuk memusnahkan narasi palsu yang telah beredar luas.
Sejarah Panjang Hoaks: Teori konspirasi mengenai Brigitte Macron yang terlahir sebagai pria bernama Jean-Michel Trogneux (yang sebenarnya adalah saudara laki-lakinya) telah lama menghantui pasangan presiden di Prancis.
Pada September lalu, Brigitte dan Jean-Michel Trogneux memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap dua wanita yang menyebarkan klaim serupa secara online, meskipun putusan banding kemudian dibatalkan.
Saat ini, mereka telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung Prancis.

Hubungan yang Telah Diuji: Emmanuel Macron, 47, dan Brigitte Macron, 72, telah menikah sejak 2007. Kisah cinta mereka, yang dimulai ketika Macron masih menjadi murid dan Brigitte adalah gurunya, telah menjadi sorotan publik.
Bahkan insiden kecil seperti dorongan tangan Brigitte kepada Macron saat turun dari pesawat pernah dibesar-besarkan oleh media, yang kemudian dijelaskan Macron sebagai gurauan semata.
Ini adalah pengingat yang jelas bahwa di era informasi yang serba cepat ini, kebohongan dapat menyebar dengan cepat, namun kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.
Keluarga Macron, melalui jalur hukum, bertekad untuk memastikan itu terjadi. (YA)





