Hollywood Murka, ByteDance Diminta Hentikan AI Seedance

Studio AS Tuntut Perlindungan Hak Cipta

Los Angeles, USA – Aliansi studio film raksasa Amerika Serikat yang tergabung dalam Motion Picture Association (MPA) melayangkan protes keras terhadap ByteDance.

Pemilik TikTok tersebut diminta segera menghentikan penggunaan konten berhak cipta pada alat kecerdasan buatan (AI) video terbaru mereka, Seedance 2.0.

Berdasarkan kutipan BBC News, Pihak MPA menuduh Seedance 2.0 telah melakukan pelanggaran hak cipta dalam skala besar hanya dalam waktu satu hari.

Alat ini mampu menghasilkan klip video sangat realistis yang menampilkan aktor ternama dan adegan film populer tanpa izin dari pemegang hak cipta.

Ancaman Terhadap Jutaan Pekerjaan Kreatif

CEO MPA, Charles Rivkin, menyatakan bahwa langkah ByteDance yang meluncurkan layanan tanpa perlindungan hak cipta merupakan pelanggaran hukum yang serius.

Menurutnya, tindakan ini mengancam ekosistem kreatif yang menyokong jutaan lapangan kerja di Amerika Serikat.

Anggota MPA yang melayangkan tuntutan ini mencakup perusahaan besar seperti:

  • Netflix dan Disney
  • Warner Bros. Discovery
  • Universal Studios dan Sony Pictures
  • Paramount serta Amazon MGM Studios

Seedance 2.0 menjadi perbincangan setelah video-video hasil kreasinya viral di media sosial. Pengguna dapat membuat klip hanya dengan perintah teks sederhana, mulai dari duel Tom Cruise melawan Brad Pitt hingga karakter Friends yang diubah menjadi berang-berang.

potongan film Tom Cruise dan Brad Pitt sedang berkelahi-Foto: Dok. BBC News

Beberapa poin utama yang memicu kekhawatiran industri film antara lain:

  • Kontrol Kreatif Tinggi: Mampu meniru hasil kerja sutradara manusia dengan kualitas produksi papan atas.
  • Kecepatan Produksi: Menghasilkan konten visual kompleks dalam hitungan detik tanpa alat produksi fisik.
  • Eksploitasi Konten: Pengguna mengunggah adegan yang dimodifikasi dari film Avengers, Breaking Bad, hingga The Lord of the Rings.

Respon ByteDance dan Nasib Kreator

Menanggapi tuntutan tersebut, ByteDance menyatakan telah menangguhkan fitur unggah gambar orang asli.

Perusahaan mengklaim bahwa konten yang dipermasalahkan muncul selama fase uji coba terbatas sebelum peluncuran resmi.

“Kami menghormati hak kekayaan intelektual dan menanggapi setiap potensi pelanggaran dengan serius,” ungkap perwakilan ByteDance kepada BBC news.

Mereka berjanji akan menerapkan mekanisme pemantauan yang lebih ketat sesuai regulasi lokal.

Namun, pernyataan ini tidak meredakan ketakutan para pekerja seni. Penulis film Deadpool, Rhett Reese, mengaku ngeri melihat profesionalisme video hasil AI tersebut. Ia khawatir teknologi ini akan menghancurkan karier banyak orang di industri film.(YA)

Ide Orisinal Tetap Menjadi Tantangan

Meski teknologinya canggih, beberapa penulis skrip senior seperti Heather Anne Campbell dari Saturday Night Live memberikan sudut pandang berbeda. Ia menilai hasil AI saat ini masih sebatas “fan fiction” atau karya penggemar.

Campbell berpendapat bahwa meski AI memberikan kontrol tanpa batas, menciptakan ide yang benar-benar baru dan orisinal tetap menjadi bagian tersulit yang belum bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *