Indonesia Gandeng Kampus Jepang: Ubah Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

2.000 Akademisi Diterjunkan, Kolaborasi Kementerian Transmigrasi, IPB University, dan Ehime University Jepang

Jakarta –. Sebanyak 2.000 akademisi dari dalam dan luar negeri, akan diterjunkan langsung untuk memperkuat program transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi menggandeng Ehime University Jepang dan IPB University, dengan tujuan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis riset dan inovasi.

Pertemuan trilateral antara ketiga institusi dijadwalkan berlangsung di Osaka, Jepang, bertepatan dengan rangkaian Expo 2025.

“Kami butuh peneliti asing untuk memberi perspektif baru. Transmigrasi adalah proyek besar bangsa, tapi kita harus membangunnya dengan ilmu pengetahuan kelas dunia,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam siaran persnya.

Fokus Kolaborasi Internasional

  • Ehime University, kampus ternama Jepang yang unggul di bidang sains, pertanian, dan teknik, menjadi mitra strategis.
  • Kerja sama meliputi program double degree dan S2, di mana mahasiswa Indonesia dan Jepang akan diterjunkan langsung ke lapangan.
  • Riset bersama difokuskan pada pengembangan teknologi, inovasi pertanian, serta solusi berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi menyebut kerja sama ini bukan sekadar pertukaran akademis, tetapi juga transformasi sistem transmigrasi agar menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Program ini diharapkan melahirkan knowledge-based transmigration yang mengandalkan ilmu pengetahuan sebagai landasan utama pembangunan.

Kolaborasi ini diharapkan menjawab tantangan klasik transmigrasi, mulai dari kemandirian ekonomi masyarakat hingga penguatan infrastruktur sosial.

Melalui dukungan akademisi lintas negara, pemerintah menargetkan lahirnya model transmigrasi modern yang mampu menciptakan pusat ekonomi baru, sekaligus menekan ketimpangan antarwilayah. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *