Akun TikTok Jurnalis Palestina, Bisan Owda, Dipulihkan & Bisa Diakses, Tapi Dibatasi!

Protes Global Paksa TikTok Pulihkan Akun Bisan Owda Yang Memiliki Pengikut 1,4 Juta

Gaza, Palestina – Jurnalis pemenang penghargaan asal Palestina, Bisan Owda, resmi mendapatkan kembali akses ke akun TikTok miliknya pada Kamis (29/01/26) waktu setempat.

Pemulihan ini terjadi hanya satu hari, setelah akun dengan 1,4 juta pengikut tersebut mendadak dihapus oleh platform berbagi video itu tanpa peringatan jelas.

Bisan menyatakan kepada Al Jazeera bahwa perhatian media internasional dan tekanan dari berbagai organisasi non-pemerintah (LSM) menjadi faktor kunci kembalinya akun tersebut.

Meski telah aktif, ia mencatat adanya pembatasan teknis yang membuat akunnya lebih sulit ditemukan oleh pengguna baru.

Struktur pencarian dan visibilitas konten Bisan kini mengalami perubahan signifikan, seperti:

  • Pencarian Manual: Pengguna kini harus mengetik nama lengkapnya secara akurat untuk menemukan profil tersebut di kolom pencarian.
  • Pembatasan Rekomendasi: Bisan menerima notifikasi dari TikTok bahwa banyak videonya kini masuk kategori “tidak layak untuk direkomendasikan”.
  • Vakum Konten: Hingga Jumat, belum ada unggahan video terbaru sejak September 2025, meski profilnya sudah bisa diakses kembali.
Bisan Owda melaporkan warga Palestina meninggal akibat kelaparan – Foto: Dok. IG @wizard_bisan1

Pihak TikTok memberikan klarifikasi berbeda melalui laporan The New Arab.

Juru bicara platform tersebut menyatakan bahwa akun Bisan sempat “dibatasi sementara” karena kekhawatiran adanya risiko peniruan identitas (impersonasi), namun kini telah dipulihkan sepenuhnya setelah peninjauan lebih lanjut.

Keamanan Jurnalis di Gaza

Penghapusan akun Bisan terjadi di tengah situasi yang masih mencekam, bagi pekerja media di wilayah kantong tersebut.

Bisan Owda sendiri dikenal dunia lewat kalimat pembukanya yang ikonik, “Ini Bisan dari Gaza, dan saya masih hidup,” yang mendokumentasikan keseharian di tengah konflik.

Dedikasinya Owda dalam melaporkan situasi perang telah membuahkan berbagai penghargaan jurnalistik bergengsi internasional. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Emmy Award.
  2. Peabody Award.
  3. Edward R. Murrow Award.
Setelah bertahan hidup melewati 15 bulan pemboman Israel, Bisan akhirnya bisa pulang ke rumah – Foto: Dok. IG @wizard_bisan1

Namun, keberhasilan jurnalis individu seperti Bisan, berbanding terbalik dengan statistik keselamatan jurnalis secara keseluruhan.

Berdasarkan data Committee to Protect Journalists (CPJ), setidaknya 207 jurnalis dan pekerja media Palestina telah tewas sejak Oktober 2023.

Pengawasan Ketat & Politik Platform

Penghapusan akun ini juga memicu spekulasi terkait kebijakan sensor platform.

Bisan sempat menyinggung pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang pernah mengutarakan harapannya agar akuisisi TikTok oleh entitas tertentu dapat memberikan dampak strategis.

Di sisi lain, TikTok baru saja mengumumkan penyelesaian kesepakatan untuk membentuk entitas terpisah di Amerika Serikat.

Entitas baru ini dikendalikan oleh firma investasi yang beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan tokoh politik AS seperti di kutip Al Jazeera.

Hingga saat ini, akses jurnalis asing untuk meliput secara independen di Gaza tanpa pengawalan militer Israel juga masih tertahan di pengadilan tinggi.

Hal ini menjadikan laporan dari jurnalis lokal seperti Bisan sebagai sumber informasi primer yang krusial bagi publik global. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *