“Kalah Tapi Sejarah! Stuttgart ‘Kasih Nafas’ ke Celtic Sebelum Akhiri Penantian 13 Tahun

Europa League: Celtic Menang 1-0 Tapi Kalah Agregat 2-4, VfB Stuttgart Segel Babak 16 Besar

Stuttgart, Jerman – Sejarah baru tercipta di MHP Arena. Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, VfB Stuttgart resmi mengamankan tiket babak 16 besar kompetisi Eropa.

Meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Celtic FC pada leg kedua play-off, Jumat (27/02/26) dinihari, skuad asuhan Sebastian Hoeneb tetap melenggang berkat keunggulan agregat telak 4-2.

Tragedi Hampir Merusak Pesta

Pertandingan dimulai dengan skenario yang tidak dibayangkan oleh siapa pun. Saat pendukung tuan rumah baru saja duduk di kursi mereka, Celtic langsung menyengat.

  • Hanya butuh 29 detik bagi Luke McCowan untuk membobol gawang Alexander Nubel, setelah memanfaatkan umpan Junior Adamu.
  • Gol kilat ini sempat menghidupkan asa bagi raksasa Skotlandia yang datang dengan beban kekalahan 1-4 di leg pertama.

Namun, Stuttgart menunjukkan kematangan mental dengan tidak panik dan perlahan mengambil alih kendali permainan.

  • Stuttgart menguasai bola sepanjang laga namun kurang klinis di depan gawang, termasuk gol Deniz Undav yang dianulir wasit karena offside.
  • Masuk sebagai pemain pengganti, Fuhrich mengubah ritme permainan dan hampir saja menyamakan kedudukan jika bukan karena pertahanan berlapis Celtic.
  • Kiper Celtic, Viljami Sinisalo, tampil luar biasa dengan menggagalkan peluang emas Badredine Bouanani dan Chris Fuhrich berkali-kali.
Vfb Stuttgart vs Celtic FC – Foto: Dok. VfB

Baca juga : Bilal El Khannouss Cetak Brace, Stuttgart Acak-acak Markas Celtic Tanpa Ampun!

Akhir Manis, Misi Tuntas

Meskipun hasil di papan skor menunjukkan kekalahan, Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneb menganggap pencapaian ini sebagai tonggak sejarah bagi klub.

“Pertandingan dimulai dengan sangat buruk—kebobolan di detik ke-29 selalu terasa menyesakkan. Namun, pada akhirnya, target utama kami adalah lolos dan kami berhasil melakukannya. Mencapai 16 besar Eropa setelah 13 tahun adalah sukses bersejarah bagi VfB,” ujar Hoeneb dikutip dari Situs Resmi Stuttgart.

Lawan mereka di babak 16 besar adalah salah satu dari dua kekuatan besar Liga Portugal, yaitu FC Porto atau SC Braga.

Keduanya dikenal memiliki reputasi mentereng di kompetisi kasta kedua Eropa ini, yang artinya perjuangan Stuttgart baru saja memasuki level yang jauh lebih berat. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *