Kapal Feri Filipina Tenggelam, 18 Tewas

Ratusan Penumpang Selamat dari Maut Basilan

Basilan – Sebuah kapal feri yang mengangkut lebih dari 350 orang tenggelam di perairan Filipina selatan pada Senin(26/1/2026) dini hari.

Insiden tragis ini mengakibatkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

Kapal M/V Trisha Kerstin 3 sedang menempuh perjalanan dari Zamboanga menuju Pulau Jolo saat mengalami gangguan teknis di dekat Pulau Baluk-baluk, Provinsi Basilan.

Kapal berbahan baja tersebut dilaporkan miring secara mendadak sebelum akhirnya karam dan melempar para penumpang ke laut di tengah kegelapan malam.

Komandan Penjaga Pantai, Romel Dua, mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan besar-besaran telah dilakukan.

“Setidaknya 316 penumpang dan kru berhasil diselamatkan, namun 18 jenazah telah dievakuasi,” ujar Dua sebagaimana dikutip dari Associated Press.

Kesaksian Memilukan Penumpang Selamat

Suasana mencekam digambarkan oleh Mohamad Khan, salah satu korban selamat yang harus kehilangan bayinya yang baru berusia enam bulan.

Dalam sebuah video yang diunggah relawan di media sosial, Khan menceritakan detik-detik saat keluarganya terpisah.

petugas penyelamat sedang membantu korban selamat di pelabuhan Isabela – Foto: Dok. AFP (Gubernur Mujiv Hataman)

“Istri saya kehilangan pegangan pada bayi kami dan kami semua terpisah di laut,” tutur Khan dengan penuh duka.

Meski ia dan istrinya berhasil diselamatkan, buah hati mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Data dan Fakta Insiden:

  • Manifest Kapal: Mengangkut 332 penumpang dan 27 awak kapal.
  • Lokasi Kejadian: Sekitar 2 kilometer dari desa Baluk-baluk, Basilan.
  • Kondisi Cuaca: Berlayar dalam kondisi cuaca yang terpantau baik.
  • Armada Penyelamat: Melibatkan kapal angkatan laut, pesawat pengintai, helikopter Black Hawk, serta kapal nelayan setempat.

Pihak otoritas masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal. Romel Dua menegaskan bahwa kapal tersebut telah melewati pemeriksaan keamanan sebelum berangkat dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelebihan muatan.

Gubernur Basilan, Mujiv Hataman, telah menyiagakan ambulans di Isabela, ibu kota provinsi, untuk menangani korban yang dievakuasi. Laporan media lokal menyebutkan jumlah orang hilang kemungkinan berkurang karena terdapat 15 penumpang yang membatalkan perjalanan di menit terakhir.

Kecelakaan laut masih menjadi masalah kronis di kepulauan Filipina. Hal ini sering disebabkan oleh standar pemeliharaan kapal yang rendah serta penegakan regulasi keselamatan yang belum maksimal di wilayah terpencil.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *