Kebebasan Eropa Tak Lagi Gratis, Jerman-Prancis Siapkan ‘Tombol Nuklir’ Rahasia!

Warning Dari Munich: Kiamat Tatanan Dunia, Ultimatum Kanselir Merz Saat Trump Incar Greenland

Munich, Jerman – Dunia yang kita kenal sedang berada di ambang keruntuhan. Kanselir Jerman, Friedrich Merz melontarkan peringatan keras bahwa tatanan dunia berbasis aturan “sudah tidak ada lagi”.

Pernyataan yang mengguncang ini disampaikan Merz saat membuka Konferensi Keamanan Munich, di tengah keretakan hubungan transatlantik yang semakin dalam dan ancaman aneksasi Greenland oleh Amerika Serikat.

Di hadapan sekitar 50 pemimpin dunia, Merz menegaskan bahwa era politik kekuatan besar telah kembali, dan Eropa harus bersiap menghadapi masa depan yang penuh pengorbanan karena kebebasan tidak lagi datang dengan jaminan.

Akhir Unipolar & Munculnya ‘Penghancuran’

Mengangkat tema konferensi “A World Under Destruction”, Kanselir Merz memberikan diagnosis yang sangat pahit bagi negara-negara demokrasi Barat.

Ia menyebut bahwa momen unipolar, saat AS menjadi satu-satunya kekuatan super setelah runtuhnya Tembok Berlin, telah resmi berakhir.

“Saya khawatir kita harus mengatakannya dengan lebih blak-blakan: tatanan ini, betapapun tidak sempurnanya bahkan di masa jayanya, sudah tidak ada lagi,” tegas Merz dikutip dari Euronews.

Ia menggambarkan politik kekuatan besar saat ini sebagai arus yang “cepat, keras, dan seringkali tidak terduga.”

Perang Budaya & Krisis Greenland

Isu utama yang membayangi konferensi tahun ini adalah langkah kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengincar kedaulatan Denmark atas Greenland.

Trump bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa “Greenland bakal menginginkan kami,” sebuah ambisi yang dianggap Eropa sebagai titik hancurnya kepercayaan antar sekutu.

Dilansir dari BBC, Merz mengakui adanya jurang pemisah yang dalam antara Eropa dan Amerika Serikat, terutama terkait perbedaan ideologi.

  • Beda Nilai: Merz menegaskan bahwa “perang budaya” MAGA (Make America Great Again) bukanlah nilai-nilai Eropa.
  • Kebebasan Berbicara: Eropa tetap berpegang pada aturan bahwa kebebasan berbicara berakhir jika melanggar martabat manusia dan konstitusi.
  • Ekonomi & Iklim: Jerman tetap percaya pada perdagangan bebas dan komitmen iklim, berbeda dengan kebijakan tarif dan proteksionisme yang diusung Trump.

Menuju Nuklir Eropa

Foto: Dok. AFP

Menanggapi ketidakpastian komitmen AS terhadap NATO, Merz mengungkapkan rahasia besar bahwa Jerman sedang menjalin “pembicaraan rahasia” dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, untuk menciptakan alat pencegah nuklir bersama Eropa (joint European nuclear deterrent).

Langkah ini dianggap radikal, mengingat selama ini Jerman dan banyak negara Eropa lainnya bergantung sepenuhnya pada “payung nuklir” AS.

Presiden Macron, dalam pidatonya, mempertegas pesan tersebut dengan menyerukan agar Eropa segera belajar menjadi “kekuatan geopolitik” yang mandiri.

Perang Rusia-Ukraina, ketegangan antara Barat dan China, serta potensi kesepakatan nuklir Iran-AS juga masuk dalam agenda pertemuan tahunan tersebut.

Terkait perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun keempat, Merz menegaskan bahwa Moskow belum bersedia berbicara serius tentang perdamaian.

Ia menyindir pemimpin negara yang mencoba bernegosiasi sendirian ke Moskow tanpa mandat, yang justru dibalas Rusia dengan serangan infrastruktur sipil yang lebih berat.

“Perang ini hanya akan berakhir ketika Rusia merasa kelelahan, baik secara ekonomi maupun militer,” ujar Merz.

Menurut laporan Euronews, Merz mengingatkan bahwa meski PDB Uni Eropa 10 kali lipat lebih besar dari Rusia, kekuatan nyata Eropa belum dimanfaatkan secara maksimal.

“PDB Rusia saat ini sekitar 2 Triliun Euro. PDB Uni Eropa hampir 10 kali lipat lebih tinggi, namun tetap saja, Eropa tidak 10 kali lebih kuat dari Rusia saat ini.”

Konferensi Munich tahun ini bukan sekadar ajang diplomasi, melainkan sebuah lonceng peringatan.

Merz mengajak para pemimpin Eropa untuk “menekan tombol” di dalam pikiran mereka, dan memahami bahwa di era raksasa politik ini, kebebasan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan determinasi tinggi, bukan sekadar pemberian.

Jika Eropa gagal bertindak sekarang, mereka mungkin akan tertelan dalam sejarah tatanan dunia yang sedang hancur. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *