Kementerian Komdigi Siapkan “Pabrik” AI, Cetak 9 Juta Talenta Pengembang!

AI Talent Factory, Jurus Kemkomdigi Ciptakan Solusi Bagi Permasalahan Bangsa

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah strategis untuk menjawab tantangan kesenjangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan artifisial (AI).

Melalui program AI Talent Factory, pemerintah tidak hanya ingin melahirkan pengguna, tetapi juga pengembang AI yang mampu menciptakan solusi relevan bagi permasalahan bangsa.

Misi AI Talent Factory

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI adalah kunci untuk mendorong efektivitas program nasional.

Ia menantang para talenta muda untuk fokus pada kasus-kasus nyata yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Wamenkomdigi, Nezar Patria – Foto: Dok Kemkomdigi 

“Rekan-rekan semua bisa mencoba mendalami case yang ada, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Untuk memecahkan masalah dan lain sebagainya,” ujar Nezar dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan, Indonesia saat ini masih membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Kekurangan ini bukan hanya sekadar jumlah, melainkan juga kualitas.

Program ini bertujuan mencetak para ahli yang mampu ‘mendeploy’ dan ‘develop’ teknologi, bukan sekadar menggunakannya.

Kekayaan Budaya Keunggulan AI Lokal

Nezar menambahkan, Indonesia memiliki aset berharga yang dapat menjadi fondasi kuat dalam pengembangan AI, yaitu keanekaragaman bahasa dan budaya.

Ia berharap, kekayaan ini bisa dimanfaatkan untuk melahirkan model bahasa besar (Large Language Model atau LLM) yang relevan dan sesuai dengan konteks lokal.

“Adopsi AI harus tepat dengan kondisi Indonesia. Idealnya kita bisa membangun LLM atau Large Language Model sendiri dengan bahasa dan budaya kita yang beragam,” ungkapnya.

Senada dengan Nezar, Kepala Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto menekankan peran krusial AI Talent Factory.

Menurutnya, program ini dirancang untuk mencetak talenta AI tingkat lanjut (advance talent).

“Program ini tidak hanya melahirkan beginner atau intermediate talent, tapi juga talenta advance yang siap memberikan solusi konkret atas tantangan bangsa,” jelas Bonifasius.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap Indonesia dapat memiliki SDM unggul di bidang AI dan mempercepat adopsi teknologi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *