Jakarta – Indonesia resmi membuka pintu bagi tenaga kerja terampil untuk menembus pasar industri berat di Rusia.
Lewat kolaborasi strategis dengan perusahaan aluminium raksasa dunia, RUSAL, pemerintah menargetkan pengiriman 50 lulusan SMK terpilih untuk mengisi posisi profesional di Negeri Beruang Merah tersebut.
Kesepakatan besar ini lahir dalam pertemuan antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, bersama Duta Besar Rusia Sergei Tolchenov dan perwakilan RUSAL, Alexey B. Mirsky, di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat pergeseran fokus pemerintah dari pengiriman pekerja domestik menuju sektor ahli.
Skema Beasiswa & Gaji Menggiurkan
Program ini bukan sekadar penempatan kerja biasa, melainkan jalur pengembangan karier melalui beasiswa penuh.
Para peserta akan menjalani masa persiapan intensif sebelum benar-benar terjun ke dunia industri profesional di Rusia. Diantaranya:

- Durasi Pelatihan: Peserta mendapatkan satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun penguatan teknis.
- Sektor Prioritas: Fokus pada lima bidang utama yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, serta energi listrik.
- Potensi Penghasilan: Tenaga ahli seperti welder (tukang las) grade 6 dapat mengantongi gaji hingga 200.000 Rubel atau setara Rp30 juta per bulan.
- Kontrak Kerja: Setelah lulus pelatihan, peserta akan diikat kontrak kerja profesional selama lima tahun.
Menariknya, program ini menerapkan sistem pembagian tenaga kerja yang adil untuk kedua negara.
Dari 50 peserta yang dikirim, 25 orang akan menetap untuk berkarier di Rusia, sementara 25 lainnya akan dipulangkan ke tanah air.

“Mereka yang kembali akan ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengilangan,” ujar Alexey Mirsky kepada Awak Media.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah akan segera menyelaraskan kurikulum SMK, khususnya bidang pengelasan, agar memenuhi standar industri Rusia. Hal ini bertujuan agar pekerja migran Indonesia memiliki daya saing tinggi dan perlindungan yang maksimal.
Target Rekrutmen & Implementasi
Proyek yang menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto ini dijadwalkan bergerak cepat.
Proses seleksi dan rekrutmen ditargetkan rampung sebelum Mei 2026, dengan jadwal keberangkatan perdana pada September 2026.
Pemerintah juga memastikan adanya kolaborasi lintas kementerian, seperti Kementerian Perindustrian dan BUMN, untuk menyerap alumni program ini di dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu mengawal proyek strategis nasional sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia di kancah global.(NR)





