Teheran, Iran – Sejarah Timur Tengah berubah dalam semalam. Media pemerintah Iran resmi mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas setelah serangan udara hebat menghantam kantornya di Teheran pada Minggu (01/03/26) dinihari.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer besar-besaran yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Israel, memicu gelombang duka nasional di Iran dan ketegangan diplomatik di markas besar PBB.
Fajar Berdarah di Teheran
Suasana pagi di Teheran yang biasanya tenang berubah menjadi mencekam ketika serangkaian ledakan mengguncang kompleks kantor pemimpin tertinggi.
Menurut laporan kantor berita Tasnim dan Fars, setidaknya empat bangunan di dalam kompleks tersebut hancur total.
Pemerintah Iran langsung menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan seluruh aktivitas publik selama tujuh hari ke depan sebagai penghormatan terakhir bagi sang pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.
Situasi Terkini di Iran:
- Konfirmasi Resmi: Kantor berita Tasnim dan Fars memvalidasi kematian Khamenei setelah sempat simpang siur.
- Operasi Militer: Serangan menyasar kompleks kepresidenan dan kantor pusat di Teheran pada Sabtu dini hari.
- Respon AS: Presiden Donald Trump mengklaim serangan ini sebagai langkah menuju “keadilan bagi rakyat Iran.”
- Status Negara: Iran dalam kondisi siaga tinggi dengan pengumuman masa berkabung panjang.
Beberapa jam sebelum konfirmasi resmi dari Teheran, Presiden AS Donald Trump telah lebih dulu mengumumkan peristiwa ini melalui media sosial.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kematian Khamenei adalah hasil dari operasi gabungan yang presisi.
“Kematian Khamenei adalah keadilan yang telah lama dinantikan oleh rakyat Iran. Ini adalah seruan bagi perubahan rezim demi perdamaian dunia,” tulis Trump dalam unggahannya yang memicu pro-kontra global.
Dampak dari serangan ini langsung menjalar ke Dewan Keamanan PBB di New York. Terjadi perdebatan sengit antara Duta Besar AS, Mike Waltz, dan Utusan Iran, Amir-Saeid Iravani.
Waltz secara tegas menepis tuduhan Iran bahwa Amerika Serikat telah melanggar hukum internasional, menyebut klaim tersebut sebagai “pernyataan yang menggelikan dan lelucon.”
Di sisi lain, Iravani memberikan peringatan keras yang jarang terjadi dalam forum diplomasi formal.
“Saya menyarankan perwakilan Amerika Serikat untuk bersikap sopan. Itu akan lebih baik bagi Anda sendiri dan negara yang Anda wakili,” tegas Iravani dengan nada dingin di hadapan para anggota Dewan Keamanan.(YA)





