Lisbon, Portugal – Real Madrid dan Atletico Madrid masing-masing dilanda oleh nasib sial dalam pertandingan terakhir mereka di fase liga UCL, yang digelar pada Kamis (29/01/26).
Kedua rival sekota tersebut saling membutuhkan kemenangan apabila mereka ingin menjaga harapan untuk lolos langsung menuju babak 16 besar. Sayangnya bagi Los Blancos dan Rojiblancos, takdir berkata lain.
Real Madrid dihantam oleh kenyataan pahit saat mengunjungi markas Benfica. Tanpa terduga, sang tuan rumah menciptakan sebuah keajaiban yang mengejutkan seluruh penonton dan mengubur Los Blancos. Real Madrid lantas mengakhiri pertemuannya dengan skor akhir 4-2.
Sementara itu, yang awalnya dianggap sebagai sebuah laga mudah bagi Atletico Madrid justru berubah menjadi mimpi buruk, setelah pasukan Rojiblancos dipermalukan di kandangnya sendiri oleh Bodo/Glimt, yang membawa pulang hasil tipis 2-1.
Benfica 4-2 Real Madrid

Reuni Real Madrid dengan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, yang saat ini membimbing pasukan Aguilas, berjalan dengan sangat ketat sejak periode pembukaan.
Babak pertama kontes ini ditutup oleh hujan gol dari kedua tim, yang tanpa terduga berakhir dengan keunggulan bagi Benfica dalam papan skor.
- 30’: Los Blancos memecahkan kebuntuan melalui serangan tajam Kylian Mbappe, yang dibantu oleh umpan silang Raul Asensio.
- 36’: Keunggulan Real Madrid sayangnya tidak bertahan lama. Di bagian sayap kanan, Vangelis Pavlidis mengecoh pengawalnya dan kemudian menyajikan umpan manis yang diselesaikan dengan sempurna oleh sundulan Andreas Schjelderup.
- 45+5’: Pavlidis sendiri menerima kesempatan emas untuk memberikan keunggulan skor kepada para tamu dari titik putih, setelah Aurelian Tchouameni menjatuhkan Nicolas Otamendi di dalam daerah terlarang.
- Dengan nada dingin, Pavlidis, yang selalu menjadi tombak andalan Aguilas, berhasil menaklukkan kiper Thibaut Courtois dan menggetarkan jaring gawang.
Sebuah situasi tak terduga yang tentunya mengejutkan tidak hanya para penonton, tetapi juga pasukan Los Blancos.
Benfica, yang mengejar harapan untuk mempertahankan dirinya di panggung Eropa, masih bermain dengan tekad membara ketika pertandingan kembali dilanjutkan.
Tidak lama sebelum satu jam pertandingan, kedua kubu tersebut saling mengukir satu gol dalam rentang waktu singkat..
- 54’: Schjelderup dan Pavlidis kembali bekerja sama merobek gawang Real Madrid. Kali ini, Pavlidis melepaskan sebuah umpan sederhana kepada Schjelderup, yang menerjang dari bagian sayap kiri dan dengan naluri tajam, sukses menemukan sudut gawang Real Madrid.
- 58’: Beberapa menit kemudian, Los Blancos memberikan balasannya. Untuk kedua kalinya, Mbappe menghantam gawang tuan rumah, setelah ia menuntaskan umpan Arda Guler dengan sebuah tembakan klinis dari tengah kotak penalti.
Meskipun saat ini memegang keunggulan di papan skor, Benfica masih belum bisa bermain dengan tenang.
Selain ancaman besar dari Real Madrid yang mampu membatalkan keunggulannya pada setiap saat, pasukan Aguilas masih memiliki kewajiban untuk mencetak satu gol tambahan, demi melompati Marseille menuju zona play off melalui selisih gol.
Lantas, Benfica mengerahkan segala kemampuannya di bagian depan, selagi bermain dengan penuh kewaspadaan untuk menghindari kebobolan dari para pendatang.
Kontes antara kedua tim terus berjalan dengan ketat. Akan tetapi, baik Benfica maupun Real Madrid belum menciptakan perkembangan baru di papan skor.
Namun, pada masa penutupan pertandingan, stadion langsung dihidupkan dengan seruan meriah dari pendukung setia Benfica, yang menyaksikan tim kesayangan mereka menciptakan sebuah keajaiban memukau.
Perayaan tuan rumah, dan mimpi buruk Real Madrid, ditandai oleh kartu merah Raul Asencio dan Rodrygo dalam periode kritis ini.
- 90+8’: Dalam detik-detik terakhir pertandingan, Benfica sukses menemukan jaring gawang Los Blancos untuk keempat kalinya, berkat sundulan sang kiper, Anatoliy Trubin.
- Ya, anda tidak salah baca. Dibawah perintah Jose Mourinho, sang kiper maju menuju sisi lapangan Real Madrid, tepat sebelum Fredrik Aursnes mengambil tendangan bebasnya.
- Aursnes lalu melambungkan tendangannya menuju kerumunan para pemain, dimana Trubin melompat paling tinggi dan sukses mengarahkan umpan rekannya menuju dalam gawang Real Madrid.
Sebuah ending luar biasa bagi salah satu pertandingan terbaik dalam Champions League musim ini. Gol menakjubkan Trubin menjadi penentu krusial bagi Benfica, yang pada akhirnya sukses mengamankan tiket terakhir menuju babak play off, usai melewati Marseille berkat keunggulan dalam selisih gol.
Trubin jelas merupakan nama yang menjadi pembicaraan panas usai laga ini. Tetapi, momen memukau sang kiper terjadi berkat keputusan yang diambil oleh pelatih Benfica, Jose Mourinho.
Ketika ditanya mengenai kemampuan Trubin untuk mencetak gol, Mourinho mengatakan:
“Kami tahu dia (Anatoliy Trubin) bisa melakukannya.” ucap Mourinho, dikutip dari UEFA. “Kami kalah di Porto beberapa minggu lalu, dan di menit terakhir, dia maju, dan hampir mencetak gol. Jadi kami tahu bahwa pemain besar ini mampu melakukan ini.”
Disisi lain, Real Madrid menggigit jari usai kehilangan kesempatannya untuk mengamankan tiket langsung menuju babak 16 besar. Kini, apabila mereka ingin melanjutkan perjalanannya di UCL, Los Blancos harus menjalani babak play off.
Atletico Madrid 1-2 Bodo/Glimt

Sementara itu, di stadion Metropolitano, Atletico Madrid berhadapan melawan Bodo/Glimt, yang pada malam pertandingan UCL sebelumnya menumbangkan raksasa Inggris, Manchester City.
Lantas, dengan motivasi besar tersebut, Bodo/Glimt memberikan penampilan brilian dimana mereka memusnahkan keunggulan pertama Rojiblancos dan mencuri kemenangan dengan ukiran dua gol.
- 15’: Papan skor dibuka oleh striker andalan Atletico, Alexander Sorloth, yang menuntaskan umpan silang David Hancko dengan sebuah sundulan sempurna.
- 34’: Tidak lama setelah setengah jam waktu pertandingan, Atletico menerima pukulan keras dari sang tamu, yang sukses menggetarkan gawang tuan rumah berkat tendangan jitu Fredrik Sjovold dari tengah kotak penalti.
- 59’: Nasib Rojiblancos dikunci ketika Kasper Hogh menemukan jaring gawang, usai menyambar sebuah bola liar dalam situasi kacau di depan gawang Atletico.
Atletico memiliki waktu berlimpah untuk menyelamatkan dirinya dari kekalahan, tetapi pada akhirnya, sang tuan rumah gagal menarik dirinya dan harus puas menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri.
Kesempatan Atletico untuk mengamankan kursi di bagian 8 besar klasemen dari awal sudah sangat tipis, ketika mengingat bahwa mereka juga harus bersaing dengan empat klub lainya dalam selisih gol.
Lantas, meskipun menerima kekalahan dalam laga terakhirnya di fase liga, pasukan Rojiblancos setidaknya masih memiliki kesempatan dalam babak play-off.
Sementara itu, Bodo/Glimt juga melanjutkan perjalanannya dalam kampanye UCL musim ini, usai menutupi fase liga di posisi ke-23, tepat di atas tepi zona play off. (VT)
Baca juga :





