Kontroversi Miss Universe: Mexico Juaranya! Drama “Walkout” Berujung Mahkota

Fatima Bosch Menang di Tengah Isu Kecurangan dan Pengunduran Diri Juri

Bangkok,ThailandMiss Mexico, Fatima Bosch, 25 tahun, dinobatkan sebagai Miss Universe di Bangkok, mengakhiri musim kontes kecantikan yang diwarnai skandal luar biasa.

Kemenangan Miss Mexico adalah yang keempat bagi negaranya, dan langsung memecah opini publik daring. Banyak warga Meksiko merayakan kemenangannya, termasuk mereka yang memuji aksi keberaniannya sebelumnya.

Namun, beberapa pihak bertanya-tanya apakah panitia memberinya mahkota sebagai kompensasi atas skandal yang terjadi.

4 Miss Lainnya  yang dinobatkan :

  • Praveenar Singh dari Thailand meraih posisi first runner up
  • Stephany Abasali dari Venezuela di posisi ketiga
  • Miss Filipina Ma Ahtisa Manalo dan Miss Cote d’Ivoire Olivia Yace melengkapi lima besar.
5 Teratas Miss Universe – Foto: Dok. BBC News

Drama di Bangkok

Kemenangan Miss Bosch di panggung Miss Universe malam final Kamis lalu (20/11/25) bukan hanya tentang kecantikan dan kecerdasan, melainkan puncak dari sebuah drama di belakang layar yang begitu tegang.

Jalan menuju mahkota bagi Ms Bosch sangat berliku, penuh konflik terbuka dengan penyelenggara lokal Thailand, Nawat Itsaragrasil.

Ironisnya, ketegangan inilah yang menurut beberapa penggemar di media sosial, justru mendorongnya meraih mahkota yang paling didambakan.

Ketegangan mencapai puncaknya pada sebuah acara pra-kontes awal bulan ini.

Di hadapan puluhan kontestan, media Thailand melaporkan bahwa Nawat Itsaragrasil, mitra bisnis Miss Universe di negara tersebut, menegur Ms Bosch dengan nada keras.

Ms Bosch dianggap gagal mengunggah konten promosi, yang diwajibkan oleh pihak penyelenggara.

Ketika Ms Bosch mengajukan keberatan, Nawat dilaporkan memanggil petugas keamanan dan mengancam akan mendiskualifikasi kontestan mana pun yang memberikan dukungan kepada Ms Bosch.

Melihat situasi tersebut, Ms Bosch memilih meninggalkan ruangan. Tak disangka, langkah ini memicu gelombang solidaritas dari kontestan lain yang memutuskan bergabung dengannya di luar ruangan.

Tindakan berani ini segera menjadi berita utama di seluruh dunia, mengubah kontes kecantikan menjadi panggung perlawanan.

Pemlik Organisasi Miss Universe  mengutuk perilaku itu, dan berbicara melalui video dari Meksiko untuk meminta mitra bisnisnya di Thailand “berhenti.”

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum bahkan memuji Ms Bosch sebagai “contoh bagaimana kami para wanita harus bersuara” di hadapan agresi.

Pada malam  final, Kamis (20/11/25), Mr Nawat mengunggah foto-foto dari bangku penonton di Instagram Stories-nya, namun ia tidak terlihat di atas panggung.

Setelah penobatan Ms Bosch, ia memposting satu baris pernyataan dalam bahasa Thailand di akun media sosialnya, berbunyi: “Satu miliar kata yang tidak dapat diucapkan.”

Ia juga mengatakan kepada wartawan, “Mengenai hasilnya, kami serahkan kepada pemirsa di rumah untuk menilai, orang-orang di mana pun dapat membuat penilaian mereka sendiri.”

Di media sosial, beberapa penggemar mengatakan drama di balik layar membantu Ms Bosch meraih mahkota.

Fatima Bosch merayakan kemenangan – Foto: Dok. BBC News

“Tahun depan, siapa pun yang walkout akan menang,” tulis salah satu komentar, sementara yang lain mengatakan “Mereka harus memberinya mahkota untuk menebus ketidakadilan sebelumnya demi menyelamatkan Miss Universe!”

Isu Kecurangan & Pengunduran Diri

Seminggu setelah kontroversi walkout, dua juri mengundurkan diri, dengan salah satunya menuduh penyelenggara melakukan kecurangan dalam proses seleksi.

Musisi Lebanon-Prancis, Omar Harfouch yang mengumumkan pengunduran dirinya dari delapan anggota juri di Instagram, menuduh bahwa “juri dadakan” telah memilih finalis sebelum malam final.

Beberapa jam kemudian, mantan bintang sepakbola Prancis, Claude Makelele juga mengumumkan penarikannya, mengutip “alasan pribadi yang tidak terduga.”

Organisasi Miss Universe menolak klaim Mr Harfouch, dengan menyatakan bahwa “tidak ada kelompok eksternal yang diizinkan untuk mengevaluasi delegasi atau memilih finalis.”

Namun beberapa menit setelah kemenangan Ms Bosch diumumkan, Mr Harfouch memposting pernyataan daring yang mengulangi tuduhan kecurangannya.

Dalam insiden terpisah, selama babak gaun malam pendahuluan pada Rabu(19/11/25) malam waktu setempat, Miss Jamaika secara tidak sengaja jatuh di atas panggung dan harus dilarikan keluar dari teater dengan tandu.

Klip insiden itu dibagikan secara luas di media sosial.

Gejolak Kepemimpinan

Menurut analis Thailand kepada BBC News mengatakan kontroversi baru-baru ini menyoroti perbedaan budaya dan strategi antara pemilik Miss Universe dari Thailand dan Meksiko.

Acara kontes diselenggarakan oleh Mr Nawat, sementara Organisasi Miss Universe dijalankan dari Meksiko oleh pengusaha Raul Rocha.

“Ini adalah transisi yang sangat sulit bagi kepemimpinan kontes,” kata Dani Walker, seorang ratu kecantikan Amerika dan pelatih kontes, kepada BBC.

Ia menuturkan peran penting kini terbagi antara pemimpin di Bangkok dan Meksiko.

Paula Shugart, yang menjabat sebagai presiden Organisasi Miss Universe di bawah dua pemilik sebelumnya, mengatakan kepada BBC bahwa “Bagi penggemar dan orang luar, ini sangat membingungkan. Tidak ada yang tahu siapa pemimpin sebenarnya atau kepada siapa harus bertanya ketika mereka memiliki pertanyaan, dan itu sangat merusak merek.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *