Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh Palestina untuk Indonesia yang baru, Abdalfatah A.K. Alsattari.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Kamis (26/2/2026) ini menjadi momentum penting dalam mempertegas dukungan tanpa henti Indonesia terhadap perjuangan dan kemanusiaan di Palestina.
Dalam dialog yang berjalan hangat tersebut, kedua tokoh membahas penguatan hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis.
Fokus utama pembicaraan meliputi kelanjutan bantuan kemanusiaan, dukungan medis bagi warga terdampak konflik, serta program pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan militer dan sains.
“Kehadiran pejabat baru dinilai semakin mempertegas komitmen kedua negara dalam menjaga solidaritas kemanusiaan serta memperjuangkan nilai-nilai perdamaian,” ujar Menhan Sjafrie sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemhan.
Beasiswa di Universitas Pertahanan
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan ini adalah keberlanjutan program pendidikan bagi generasi muda Palestina.
Indonesia tidak hanya memberikan dukungan diplomasi di panggung internasional, tetapi juga aksi nyata di ruang kelas.
Saat ini, puluhan mahasiswa asal Palestina telah mendapatkan kesempatan belajar pada program sarjana (S1) di Universitas Pertahanan (UNHAN) Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk:
- Membangun kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Palestina yang unggul.
- Memberikan keahlian teknis dan strategis yang dibutuhkan untuk pembangunan bangsa.
Selain pendidikan, Menhan Sjafrie dan Dubes Alsattari mengevaluasi efektivitas bantuan kemanusiaan yang telah dikirimkan sebelumnya.
Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menyalurkan bantuan logistik dan dukungan medis.
Pihak Kementerian Pertahanan meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Dubes Abdalfatah A.K. Alsattari, kolaborasi ini akan semakin taktis.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat teras Kemhan, termasuk Sekjen Kemhan, Rektor UNHAN RI, serta Sesditjen Strahan Kemhan, guna memastikan setiap kesepakatan dapat segera diimplementasikan secara teknis. (NR)





