Langkah Indonesia Menuju OECD dan Emas 2045

Menko Airlangga Hartarto percepat kemitraan strategis dengan Inggris dan sektor swasta di London.

London,Inggris — Pemerintah Indonesia menegaskan langkah strategisnya dalam mempercepat proses keanggotaan pada Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Langkah ini dipandang sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam forum KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable yang berlangsung di kantor Boston Consulting Group (BCG), London, Senin (19/1/2026).

Forum ini menjadi titik temu krusial antara pembuat kebijakan Indonesia, Pemerintah Inggris, serta para pemimpin bisnis global.

Foto: Dok. Kemenko Perekonomian RI

“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Menko Airlangga dalam pidatonya yang dikutip laman resmi Kemenko Perekonomian RI

Ia menambahkan bahwa penyelarasan regulasi domestik dengan standar global OECD akan menciptakan tata kelola yang lebih transparan, meningkatkan daya saing, dan secara langsung merangsang pertumbuhan investasi berkelanjutan di tanah air.

Sinergi Strategis Indonesia-Inggris

Dukungan internasional terhadap ambisi Indonesia ini semakin menguat. Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyoroti pentingnya momentum pertemuan di London ini.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan pembuka bagi agenda besar lainnya, termasuk peluncuran United Kingdom–Indonesia Strategic Partnership oleh Presiden RI serta penandatanganan Economic Growth Partnership (EGP).

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Tim Figures, pakar geopolitik global dari BCG, mencatat bahwa banyak negara berhasil mencatat lonjakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan setelah mengadopsi standar OECD.

Sektor swasta, melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap proses ini.

Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Penasihat KADIN, menekankan bahwa skala ekonomi Indonesia yang besar memerlukan dukungan kebijakan internasional yang strategis agar mampu tumbuh lebih agresif.

Foto: Dok. Kemenko Perekonomian RI

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya N. Bakrie, memastikan bahwa dunia usaha siap berkolaborasi dalam kerangka investasi OECD.

“Keterlibatan sektor swasta sangat krusial untuk memastikan dampak positif dari aksesi ini terasa langsung di lapangan,” ungkap Wakil Ketua Umum KADIN, Shinta W. Kamdani.

Pertemuan di London ini juga menandai dimulainya keterlibatan resmi sektor swasta dalam proses aksesi melalui dukungan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO).

Sebagai penutup, Menko Airlangga optimistis bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan mempercepat integrasi Indonesia ke dalam ekonomi global.

“Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Indonesia yakin dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir dalam delegasi tersebut antara lain Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *